BANJARBARUKALSEL

Pecepatan Penurunan Stunting, Wapres RI Pastikan Penanganan di Kota Banjarbaru

385

BANJARBARU – Wakil Presiden Republik Indonesia Ma’ruf Amin didampingi istri, Wury Estu Handayani, bertandang ke Banjarbaru, Kalsel, Kamis (11/8).

Kedatangannya untuk memastikan program dan kegiatan intervensi percepatan penurunan stunting.

Kalimantan Selatan merupakan 12 provinsi yang menjadi prioritas penanganan stunting, dengan cara konvergen, holistik, terintegrasi, serta berkualitas. Sehingga, target prevalensi 14 persen pada tahun 2024 mendatang tercapai.

Lokus kunjungan Wapres RI di Posyandu Kenanga, Jalan Gotong Royong RT.2 RW.4, Kelurahan Loktabat Selatan, Kecamatan Banjarbaru Selatan.

Ma’ruf Amin menyampaikan, saat ini penanganan stunting masih berada di angka 7 persen. Untuk itu, dalam waktu yang singkat ini bisa menyelesaikan penanganan stunting pada tahun 2024 sudah mencapai 14 persen.

“kita melakukan percepatan proses penanganan stunting. Terus berkoordinasi hingga ke bawah dan penganggaran dari nasional harus masuk APBD, serta ditambah dari pihak swasta,” katanya.

Dirinya menginginkan CSR di sekitar dari perusahaan agar sibuk mengambil
bagian dalam penanganan stunting.

“Memang Kalimantan Selatan ini agak rumit, biasanya angka stunting dengan kemiskinan selalu beiringan. Namun ini tidak. Angka kemiskinannya rendah, tetapi angka stuntingnya tinggi. Untuk itu, disini salah satu prioritas program penanangan,” ujarnya.

Wapres menambahkan, dalam upaya percepatan penurunan stunting agar mengintegrasikan semua pendamping di daerah. Baik itu dari Dinas Kesehatan, BKKBN dan memfungsikan Puskesmas dan Posyandu agar bisa melayani penanganan stunting.

Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin berharap, semoga dengan adanya kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia di Posyandu Kenanga, bisa membawa angin segar, semangat dan perubahan lebih baik agar bersama-sama bisa menyingkirkan stunting di Kota Banjarbaru.

“Pecepatan penurunan stunting sesuai dengan target nasional, yaitu 14 persen pada tahun 2024 mendatang. Dan hari ini Banjarbaru berada kurang lebih diangka 19 persen, jadi masih ada target sekitar 5 persen dalam waktu 2 tahun ini,” ucapnya. (mcbjb/zy)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Ketua DPRD Kalsel Dukung Ekspedisi Rupiah Berdaulat di Wilayah 3T

RETORIKABANUA.ID, BANJARMASIN – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, mengapresiasi pelaksanaan...

Gubernur Pemprov Kalsel Lepas Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026

RETORIKABANUA.ID, BANJARMASIN – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, secara resmi melepas Ekspedisi...

Wali Kota Banjarbaru Tekankan Efisiensi Anggaran dan Pelayanan Publik

RETORIKABANUA.ID, BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, bersama Sekretaris Daerah...