KALSELLINGKUNGAN

Menteri LH RI Dorong Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Kalsel

235

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, mengunjungi Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk memimpin rapat koordinasi (rakor) mengenai pengelolaan sampah di daerah tersebut.

Kunjungan ini dimulai dengan kegiatan penanaman pohon yang dilakukan oleh Menteri Hanif, bersama dengan Plt Gubernur Kalsel, Muhidin, dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel, Hanifah Dwi Nirwana.

Dalam rakor tersebut, Hanif menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyelesaikan masalah sampah. Selain itu, ia juga mendorong percepatan penerapan kebijakan ekonomi sirkular, pengurangan sampah plastik, serta optimalisasi program bank sampah yang melibatkan masyarakat.

“Kalimantan Selatan memiliki potensi besar dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Kita harus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar sampah tidak hanya menjadi masalah, tetapi bisa menjadi peluang ekonomi,” kata Hanif di Banjarbaru, Kamis (28/11).

Hanif juga berharap, melalui kegiatan ini, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten/Kota dan Pemprov Kalsel dapat segera menyusun roadmap penanganan sampah yang lebih baik di Kalsel.

Meskipun jumlah sampah di Kalsel relatif kecil, sekitar 700-800 ton per hari, Hanif mengungkapkan bahwa hampir semua Tempat Pembuangan Sampah (TPS) sudah mendekati kapasitas penuh. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah masih membutuhkan perhatian serius.

“Di Kalsel, sampah yang dihasilkan jauh lebih sedikit dibandingkan kota besar seperti Jakarta, yang menghasilkan sekitar 8.000 ton per hari. Namun, TPS di sini sudah banyak yang overload,” ujarnya.

Hanif juga menyampaikan data terbaru terkait pengelolaan sampah di Kalsel: pengurangan sampah mencapai 16,55% pada 2023, dengan penanganan sampah mencapai 62,12%. Sampah yang terkelola secara baik pada tahun 2023 mencapai 78,66%, dan sampah yang belum terkelola berjumlah 21,34%. Pada 2024, angka-angka ini diperkirakan sedikit meningkat, tetapi masih jauh dari ideal.

Sementara itu, Plt Gubernur Kalsel, Muhidin, menyatakan komitmennya untuk turun langsung ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di seluruh Kalsel guna menangani masalah sampah.

“Kami sudah meminta kepada Kepala Dinas LH Provinsi Kalsel untuk menjadwalkan kunjungan ke TPA bersama Walikota/Bupati serta Kepala Dinas LH Kabupaten/Kota. Kita akan mengevaluasi TPA di daerah masing-masing dan mencari solusi terbaik untuk masalah ini,” tegas Muhidin. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Bang Dhin: Pramuka dan Pemuda Kalsel Harus Jadi Pelaku Utama di Era Digital

BANJARMASIN – Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, H. M. Syaripuddin, S.E., M.A.P.,...

DPRD Kalsel Perkuat Sinergi Pembangunan di Hari Jadi ke-76

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – DPRD Kalsel menggelar Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari...

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK Pesan Bintara Baru TNI AD Jaga Profesionalisme

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, menghadiri Upacara Penutupan Pendidikan...

Pansus DPRD Kalsel Dalami Distribusi BBM Bersubsidi

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi BBM DPRD Provinsi Kalimantan...