BANJARBARU – Pemerintah Kota Banjarbaru terus berupaya mengoptimalkan pendapatan daerah. Hal ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Banjarbaru, HM. Aditya Mufti Arifin, setelah menghadiri rapat paripurna DPRD agenda Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun Anggaran 2023, Senin (10/6) siang.
Aditya mengemukakan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah Kerjasama dalam upaya menambah pemasukan kas daerah.
“Seperti mengoptimalkan tapping box dan bekerjasama dengan Kantor Pelayanan dan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) untuk pengelolaan parkit tepi jalan. Sehingga pemasukan daerah bisa lebih maksimal,” katanya.
Dirinya menyebut, di tahun 2023, APBD Banjarbaru mengalami surplus. Yang mana, anggaran perubahan APBD Banjarbaru menyentuh angka Rp1,5 triliun.
“Realisasi PAD di angka 115,02 persen,” ungkapnya.
Dengan keberhasilan peningkatan pendapatan daerah, ia berharap membawa angin segar bagi perkembangan Kota Banjarbaru kedepannya.
“Dengan begitu, Banjarbaru bisa menuju kota yang mandiri dan tidak berharap dengan dana transfer lagi,” pungkasnya.
Disamping itu, menanggapi hal ini, Ketua DPRD Banjarbaru, Fadliansyah Akbar mengapresiasi upaya-upaya Pemko atas realisasi APBD dan PAD yang melampaui target.
“Saya apresiasi terhadap keuangan kota yang membaik. Semoga tetap berlanjut di tahun 2025,” harapnya.
Fadli berharap, pembahasan laporan pertanggungjawaban (LPJ) tahun anggaran 2023 dapat segera selesai di bulan Juni ini.
“Bulan Juni selesai dan ada pembahasan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) anggaran murni 2025 dan KUA-PPAS anggaran perubahan 2024,” pungkasnya.

Leave a comment