BANJARMASIN – Kepala Bidang Bina Prestasi Koni Kalsel Gusti Perdana Kesuma khawatir akan ketersediaan anggaran keberangkatan ke PON XX Papua, Oktober mendatang.
Ia menilai, jika hingga saat ini belum ada kejelasan kapan anggaran tersebut dicairkan.
Tak tanggung, ia pun menegaskan tak segan untuk mengerahkan seluruh atlet turun ke jalan, meminta sumbangan sebagai bentuk dukungan terhadap kecemasan atlet yang hingga kini mempertanyakan besaran anggaran tambahan yang dimasukan pada APBDP nanti.
“Hanya tahun ini yang saya khawatir, karena satu rupiah pun tidak ada biaya keberangkatan. Sampai saat ini belum tahun berapa dana yang dihibahkan untuk keberangkatan PON,” ucapnya, baru-baru tadi.
Sementara itu, teka-teki besaran anggaran hibah yang dipertanyakan oleh Koni Kalsel dijawab Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel Hermansyah.
Saat ditemui di Kantor Dispora Kalsel, Selasa (24/8) siang, Hermansyah menyebut berdasarkan rapat antara Tim Anggaran Pemprov dengan Badan Anggaran DPRD Kalsel, belum lama tadi, disepakati jika anggaran tambahan untuk keberangkatan ke PON Papua mencapai sepuluh miliar.
“Disepakati pada anggaran perubahan nanti Koni Kalsel akan mendapat anggaran hibah sebesar Rp 10 M,” terang Hermansyah.
Meski demikian, anggaran itu sendiri saat ini masih menunggu pengesahan DPRD Kalsel yang nantinya akan dilanjutkan dengan penandatanganan NPHD (Naskah Perjanjian Hibah Daerah) untuk proses pencairan. (nn)



Leave a comment