BANJARMASINKALSEL

Komisi II DPRD Kalsel Gelar Audiensi dengan HNSI Bahas Masalah Nelayan

208

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) mengadakan audiensi dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) pada Rabu (15/1) untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi oleh nelayan di wilayah Kalsel.

Audiensi ini dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Suripno Sumas, dan menjadi wadah bagi nelayan untuk menyampaikan keluhan serta tantangan yang mereka hadapi.

Dalam pertemuan tersebut, perwakilan HNSI menyampaikan sejumlah masalah utama yang menghambat produktivitas nelayan, di antaranya pendangkalan sungai, keterbatasan bibit dan alat tangkap, serta kebutuhan untuk rehabilitasi tambak. Selain itu, mekanisasi budidaya perikanan, kekurangan bahan bakar minyak (BBM), pengikisan air laut, serta kebutuhan akan penyediaan bahan baku makanan bergizi sebagai program prioritas nasional juga menjadi sorotan.

Komisi II DPRD Kalsel, yang mendengar langsung keluhan tersebut, menegaskan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan yang mendukung kesejahteraan nelayan.

Suripno Sumas, Wakil Ketua Komisi II, menegaskan pentingnya peran nelayan dalam ketahanan pangan dan perekonomian daerah, dan bahwa pihaknya akan memastikan pemerintah daerah mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi masalah tersebut.

“Kami memahami betapa pentingnya peran nelayan dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi daerah. Oleh karena itu, Komisi II akan mengawal setiap kebijakan yang mendukung keberlangsungan hidup dan produktivitas mereka,” ujarnya.

Salah satu isu utama yang dibahas adalah keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN). Dari 17 SPBN yang ada di Kalsel, jumlah tersebut dianggap masih kurang untuk memenuhi kebutuhan nelayan. Komisi II juga menyoroti potensi penyalahgunaan distribusi BBM oleh oknum-oknum tertentu yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Kami akan mendorong dinas terkait untuk melakukan pengawasan ketat agar distribusi BBM di SPBN tepat sasaran. Pengendalian terhadap oknum penyalahguna akan menjadi fokus utama kami,” tegas Sadam Husin Nafarin, anggota Komisi II.

Audiensi ini menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, DPRD, dan HNSI untuk menyelesaikan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh nelayan Kalsel. Komisi II DPRD Kalsel berkomitmen untuk terus mendukung program-program yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan keberlanjutan sektor perikanan di daerah ini. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul Guru Cangkring, Ajak Masyarakat Teladani Ulama

RETORIKABANUA.ID, Tapin — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menghadiri peringatan...

UMARA Permudah Modal UMKM Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Bank Kalsel resmi meluncurkan program...

Pemko Banjarmasin Dorong Aksi Lingkungan Lewat Tanam 100 Pohon

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menghadiri kegiatan Aksi Tanam...

Pemprov Kalsel Resmi Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana haru dan khidmat menyertai pelepasan jemaah haji kloter...