Kotabaru – Ketua DPRD kotabaru, Syairi Mukhlis menyoroti gagalnya pekerjaan pembangunan Jalan Tarjun-Serongga oleh kontraktor.
Hal ini jelas memantik kekecewaan Ketua Wakil Rakyat Kotabaru. Pasalnya anggaran pembanguna telah disiapkan dengan nilai tidak sedikit, yakni Rp. 19,5 miliar rupiah.
Syairi mengatakan, seharusnya diakhir 2023 jalan sudah bisa dinikmati masyarakat.
Sebelumnya, Syairi sudah mewanti gagalnya pekerjaan, karena proses lelang yang telat. Sedangkan proses lelang memerlukan waktu cukup lama.
“APBD Tahun 2022 disepakati saat November. Harusnya proses lelang saat Desember dan Januari atau Februari sudah bisa dilaksanakan, kalau APBD diketuk saat November,” ucapnya, Sabtu (2/12).
“Ketika dikerjakan, posisinya sudah di akhir tahun. Belum lagi kendala spek dan lainnya,” tambah Syairi.
Syairi juga menyoroti masalah penetapan pemenang lelang.
Dari kejadian ini, Syairi berharap, pihak Unit Layanan Pengadaan (ULP) harus benar-benar cermat dan melihat kontraktor bonafit, sehingga pekerjaan terlaksana dengan baik dan masyarakat bisa menikmati hasil pekerjaan.
“Kami (legislatif) sangat menyesalkan. Pengawasan sudah sangat luar biasa, baik dari penganggaran, pengawasan dan selalu melaksanakan rapat koordinasi dengan dinas terkait melalui komisi III,” tutupnya.

Leave a comment