BALANGAN – Tiga Desa dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan), Kecamatan Batumandi, mengadu dalam Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRD Balangan, terkait permasalahan perairan pertanian, Senin (8/8).
Bendungan Batumandi telah jebol sejak Februari 2022. Padahal memiliki fungsi utama mengatur distribusi air bagi 300 hektare sawah petani yang tersebar di tiga desa. Yakni Timbun Tulang, Hamparaya dan Teluk Mesjid.
Dalam RDPU yang dipimpin langsung Ketua Komisi III DPRD Balangan, Hafiz Ansari, beserta anggota, dan Komisi I dan II, hadir dari DKP3, Dinas PUPR, dan Bapedda.
Perwakilan Gapoktan, Mursani, menyampaikan, masalah perairan yang mengairi pertanian di 3 desa di Kecamatan Batumandi terdampak kekeringan di persawahan. Sehingga banyak permasalahan yang dirasakan petani.
Tiga Desa ini memang sangat tergantung dan terbiasa menggunakan perairan dari bendungan yang jebol tersebut.
Ia berharap, persoalan ini bisa ditindaklanjuti pemerintah daerah. Sebab, tidak memungkinkan hanya ditangani dengan gotong royong.
Sekertaris DKP3 Balangan, Abdul Rahman Rahimi, mengaku prihatin atas permasalahan yang dirasakan para petani di Kecamatan Batumandi.
“Ini merupakan perairan sekunder, bukan tersiar maka. Sehingga bukan kewenangan DKP3. Bendungan itu kewenangan Balai Perairan dan Sungai,” ujarnya.
Pihaknya bersama-sama instansi, akan mencari jalan dan solusi bagi permasalahan petani tersebut.
Anggota DPRD Balangan, Syahbudin, meminta DKP3 dan Dinas PUPR serta instansi terkait, harus bersinergi. Bersama-sama mencari solusi.
“Kita berharap, Kabid Perairan coba memasukkan anggaran, bagaimana supaya normal kembali perairan yang ada di Kecamatan Batumandi,” ujarnya.(humasdprdbalangan/bii)

Leave a comment