BANJARMASIN – Permasalahan berkurangnya dana nasabah Bank Kalsel, langsung disikapi jajaran direksi.
Direktur Umum Bank Kalsel, Hanawijaya, menyebut kejadian ini diduga lantaran adanya tindak skimming atau kejahatan pencurian data pengguna ATM untuk membobol rekening.
“Kemungkinan saat memasukan ATM, lalu memasukan pin, nah pin itu direkam dan penggandaan tersebut melalui metode skimming” ucap Hanawijaya, saat konferensi pers bersama awak media.
Namun, pihak Bank Kalsel meminta kepada nasabah yang saldonya berkurang untuk tidak panik.
Bank Kalsel berkomitmen untuk mengganti semua kerugian dan kehilangan yang ditanggung nasabah.
“Kami akan berkomitmen membayar dana nasabah 100 persen, ini betul-betul kejahatan dan banyak ditanggap polisi,” katanya lagi.
Hanya saja ganti rugi yang dibayarkan di hari yang sama dengan laporan kehilangan saldo ini akan melalui metode yang ditetapkan oleh Bank Kalsel.
“Kami sudah punya metode untuk mendeteksi itu. Diantaranya dari jam dan kewajaran transaksi, mudah-mudahan bisa kami bayarkan kerugian nasabah,” tegas Hanawijaya.
Sementara dari laporan yang masuk ke pihak Bank Kalsel, sedikitnya kurang lebih 30 hingga 50 nasabah yang melaporkan kehilangan saldo di rekening.
Namun, Bank Kalsel mengaku masih belum bisa memastikan berapa banyak uang yang menjadi korban dugaan skimming ini.
Sementara itu, atas kejadian ini pinak Bank Kalsel langsung mengambil sikap dengan mengumpulkan bukti-bukti adanya tindak kejahatan dan akan membawa kasus ini ke ranah hukum. (nn)

Leave a comment