RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ketua DPRD Kalsel, Supian HK, bersama Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel, Jahrian, menerima perwakilan peternak ayam dari Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Kalsel di Gedung DPRD Kalsel, Rabu (5/8).
Audiensi tersebut digelar untuk membahas kondisi usaha perunggasan di Kalsel, khususnya terkait harga ayam dan telur yang dinilai belum stabil. Peternak juga menyampaikan dampak pemadaman listrik bergilir yang turut membebani kegiatan usaha mereka.
“Atas nama DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kami menerima baik aspirasi dari Pinsar Kalsel. Dunia perunggasan ini penting karena menyangkut ketersediaan protein hewani bagi masyarakat Banua dan juga keberlangsungan ribuan pelaku UMKM peternak,” ujar Supian HK.
Menanggapi aspirasi tersebut, Supian HK mengatakan DPRD Kalsel akan segera mengundang pihak-pihak terkait untuk mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP). Pertemuan tersebut diharapkan dapat menghasilkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi peternak.
“Kami tidak ingin persoalan ini berlarut. Dalam waktu dekat DPRD akan menggelar RDP dengan menghadirkan Dinas Peternakan, Perdagangan, Karantina, Bulog dan seluruh asosiasi peternak. Tujuannya satu, mencari solusi konkret agar harga stabil dan usaha peternakan tidak terganggu lagi,” tegasnya.
Dalam RDP nantinya, DPRD Kalsel akan fokus membahas dua hal utama. Pertama, mencari langkah untuk menjaga harga ayam dan telur tetap stabil sehingga tidak merugikan peternak maupun konsumen.
Kedua, memperkuat koordinasi antara pemerintah, pelaku usaha dan seluruh pihak terkait agar persoalan di sektor perunggasan dapat ditangani secara bersama-sama.
Supian HK menegaskan DPRD Kalsel siap mengawal penyelesaian persoalan tersebut melalui fungsi anggaran dan pengawasan.
“Kami di DPRD siap mengawal melalui fungsi anggaran dan pengawasan. Jika sektor perunggasan ini terganggu, maka dampaknya akan ke harga pangan dan daya beli masyarakat Banua. Karena itu kita harus segera ambil langkah bersama,” pungkasnya. (hm)
