AMUNTAI – Dicky Ilhami dan Radina Ananda dinobatkan menjadi Nanang dan Galuh tingkat Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) 2022.
Keduanya terpilih melalui serangkaian proses seleksi hingga malam pemilihan Grand Final Nanang Galuh 2022 di aula Dr KH Idham Chalid, Sabtu (25/6) malam.
Dari puluhan peserta, yang mendaftar hanya ada 8 pasang finalis yang berhasil memasuki tahap grand final.
Sebelum dinobatkan menjadi Nanang Galuh HSU 2022, mereka menjalani proses karantina dengan berbagai kegiatan mulai dari tahap wawancara dan unjuk kemampuan bakat.
Dari 8 pasang finalis Nanang dan Galuh yang lolos ke babak grand final, keduanya memperoleh nilai tertinggi dari akumulasi penilaian para dewan juri.
Penganugerahan dilakukan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) HSU, Jumadi.
Jumadi mengatakan, pengetahuan tentang pendidikan dan kebudayaan menjadi satu kesatuan yang perlu ditanamkan pada generasi muda, bertujuan membangun generasi emas.
“Peradaban itu dibangun menjadi dua, yaitu pendidikan dan kebudayaan. Sehingga nantinya kita disebut sebagai manusia yang beradab. Kalau ada kata-kata beradab sudah pasti pintar, sudah pasti berbudaya,” ujarnya.
Dirinya berharap, peran serta dari Nanang dan Galuh terpilih bisa meningkatkan minat wisatawan lokal dan mancanegara tentang keingintahuan budaya di HSU.
Dicky Ilhami, usai penobatan Nanang dan Galuh HSU, senang dan bersyukur karena dirinya berhasil terpilih.
Ia sendiri saat ini sebagai petugas Lapas Amuntai, mengatakam, sebelum mengikuti pemilihan Nanang dan Galuh ini, dirinya mempelajari tentang kebudayaan HSU.
“Harapan dari kami sebagai Nanang dan Galuh HSU bisa lebih melestarikan lagi kebudayaan daerah,” harapnya.
Radina Ananda, mahasiswi Universitas Lambung Mangkurat, mengaku akan terus berjuang mempertahankan kelestarian kebudayaan yang ada di HSU.
“Banyak sekali kebudayaan yang masih belum diketahui. Kami sebagai Nanang dan Galuh akan terus melestarikan kebudayaan tersebut, sehingga kebudayaan tersebut tidak punah,” pungkasnya. (mid)

Leave a comment