BANJARBARU-Rencana penggusuran PKL Bandara atau PKL Tugu Selamat Datang (TSD) dikritik keras anggota DPRD Banjarbaru, Emi Lasari. Rencana ini tegasnya sangat disayangkan, usai ia berdiskusi dengan para PKL, beberapa hari lalu.
Dinilainya, Pemko seharusnya bisa mencarikan jalan tengah. Solusi ini sebetulnya sangat mungkin dilakukan dengan menggunakan lahan aset milik Angkasa Pura di kawasan sana sebagai lokasi baru PKL.
“AP (Angkasa Pura) punya lahan yang sampai saat ini belum difungsikan. Harusnya bisa dipindah kesana tanpa digusur tanpa solusi. Apalagi AP adalah BUMN, mestinya juga bisa membantu warga di sekitarnya,” katanya.
Legislator PAN ini merinci, jika BUMN turut punya kewajiban bina lingkungan, yang salah satunya pembinaan sektor ekonomi untuk para PKL yang sudah belasan tahun berjualan.
“Mereka (PKL) ini harusnya diberikan ruang, karena mereka adalah warga negara yang punya hak yang sama. Nah jangan sampai muncul anggapan bahwa AP seakan tak punya hati terhadap warga kita ini karena tak bersedia memberikan ruang,” kritiknya.
Pemko, ucap Emi, sebaiknya bisa memfasilitasi antara PKL dengan pihak bandara. Dan hal ini sebetulnya sudah pernah dilakukan beberapa tahun lalu, namun seakan tak ada tindaklanjutnya hingga kini.
“Kita sudah beberapa kali mengupayakan agar PKL ini ditata dengan cara menggunakan lahan aset bandara. Itu jelas tidak menyalahi aturan. Tapi saat itu tak ketemu kesepakatan soal harga sewa, nah kita meminta upaya ini kembali difasilitasi Pemko,” pesannya.
Terakhir, ia meminta pemko agar tak sekonyong-konyong mengambil tindakan penggusuran. “Jangan langsung diusir kalau tidak ada solusi, PKL itu harusnya dibina, bukan dibinasakan,” pungkasnya. (mrf)

Leave a comment