BANJARBARU – Sekretaris Daerah Kota Banjarbaru Said Abdullah mengikuti pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Banjarbaru secara hybrid (offline dan online) 2023 di aula Bappeda) Kota Banjarbaru, Jumat (25/3).
Musrenbang RKPD 2023 dibuka secara online oleh Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin. Tampak Kepala Bappeda Kalsel, Kepala Dinas Koperasi Kalsel, Ketua DPRD Kota Banjarbaru, Forkopimda, kepala SKPD, camat, lurah, LPM dan Forum RT/RW Kota Banjarbaru, serta instansi terkait lainnya.
Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, pelaksanaan musrenbang merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah.
“Tujuan musrembang sendiri untuk menyepakati isu strategis dan prioritas pembangunan Kota Banjarbaru tahun 2023,” ucapnya.
Selain itu, menyepakati program, kegiatan dan pagu indikatif yang telah mengakomodir usulan dari atas (top down) maupun dari tingkat bawah (bottom up), serta penelaahan hasil pokok-pokok pikiran DPRD.
Kemudian, penyelarasan program dan kegiatan pembangunan Kota Banjarbaru dengan sasaran dan prioritas pembangunan provinsi maupun nasional. RKPD Kota Banjarbaru tahun 2023 akan dijadikan acuan dalam penyusunan dokumen Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2023, serta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 2023.
“Musrenbang tahun ini memiliki makna sangat penting bagi kami, karena merupakan penjabaran tahun ketiga dari RPJMD Kota Banjarbaru. Oleh karena itu kami membutuhkan dukungan semua pihak dalam upaya bersama-sama membangun kota kita tercinta ini untuk mewujudkan Banjarbaru JUARA (Maju, Agamis dan Sejahtera),” paparnya.
Aditya juga menyinggung isu kekinian, yaitu ditetapkannya Ibu Kota Provinsi Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru. Menurutnya, ini merupakan tantangan dan juga peluang untuk menyiapkan perencanaan pada tahun 2023.
“Berdasarkan peluang, tantangan dan isu strategis tersebut, maka tema pembangunan yang diusung pada tahun 2023 adalah penguatan sumber daya manusia untuk meningkatkan ekonomi yang Inklusif dan berkelanjutan,” katanya.
Dengan prioritas pembangunan diarahkan meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berdaya saing, eningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, memperkuat pembangunan infrastruktur daerah dengan memperhatikan kelestarian lingkungan hidup dan kebencanaan, serta meningkatan akuntabilitas kinerja pemerintah dan kualitas pelayanan publik melalui pemantapan pelaksanaan reformasi birokrasi. (tf)



Leave a comment