RETORIKABANUA.ID, Balangan – Pemerintah Kabupaten Balangan bersama sejumlah pemangku kepentingan menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak terdampak banjir dan banjir bandang di SD Negeri Sungsum, Kecamatan Tebing Tinggi. Kegiatan ini bertujuan mendukung pemulihan psikologis anak-anak pascabencana.
Puluhan murid mengikuti aktivitas edukatif dan rekreatif di halaman sekolah, seperti menggambar, menulis, bernyanyi dan permainan kelompok. Suasana ceria perlahan menggantikan rasa cemas yang sempat mereka rasakan setelah bencana melanda.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Balangan, Rahmi, Senin (19/1), menjelaskan bahwa pendampingan psikososial menjadi fokus utama masa transisi darurat menuju pemulihan.
“Anak-anak adalah kelompok rentan yang perlu perhatian khusus. Melalui trauma healing, kami berharap mereka bisa pulih dan kembali belajar serta beraktivitas tanpa rasa takut,” ujarnya.
Kegiatan ini dilaksanakan secara maraton di 10 desa terdampak, dengan satu titik di Kecamatan Halong dan sembilan titik di Kecamatan Tebing Tinggi. Untuk memperkuat pendampingan, BPBD menggandeng Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, serta Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DP3APPKBPMD).
Pelaksana Tugas Kepala Dinas DP3A P2KB PMD Balangan, Bejo Priyogo, menambahkan bahwa psikolog dari Provinsi Kalimantan Selatan dilibatkan. Metode trauma healing dikemas menyenangkan agar anak-anak merasa aman dan nyaman.
“Kegiatan seperti menggambar, menulis, bernyanyi, dan menari kami pilih agar anak-anak dapat mengekspresikan perasaan dan pulih secara perlahan,” jelas Bejo.
Selain itu, Bank Kalsel menyalurkan 1.500 set alat tulis warna bagi anak-anak korban banjir di 10 desa terdampak, senilai total Rp30 juta, bersumber dari Dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ).
Pemerintah daerah berharap pemulihan psikologis anak-anak berjalan seiring dengan perbaikan fisik pascabencana, sehingga masyarakat terdampak dapat segera bangkit dan kembali menjalani aktivitas normal. (ms)
