BANJARMASIN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Fraksi Rakyat Indonesia (FRI) mendatangi kantor DPRD Kalsel, Senin (30/8) siang. Aksi unjuk rasa kali ini menuntut agar pimpinan dewan dapat mengusut tuntas penanganan Covid-19.
Pasalnya, pihak FRI menilai dari 2020 tak ada kebijakan dan penanganan Covid-19 yang dilakukan pemerintah pusat maupun daerah secara tepat.
Unras yang dihadiri langsung Ketua DPRD Kalsel Supian HK didampingi Ketua Komisi IV Lutfi Saifuddin ini meminta keduanya untuk memenuhi sembilan poin tuntutan mahasiswa. “Kebijakan mereka ini kontradiksi dan tak jelas, ekonomi kecil semakin menjerit,” ucap Zikri Nur Abadi, koordinator aksi.
Adapun sembilan tuntutan mahasiswa ini, diantaranya vaksinasi gratis, menjamin biaya kesehatan hingga rehab warga yang terpapar, memperjuangkan hak-hak untuk rakyat, pelayanan kesehatan yang berkeadilan, penelitian dan pengembangan kesehatan, hingga karantina wilayah.
Ketua DPRD Kalsel H Supian HK sempat meninggalkan mimbar bebas usai beradu argumen dengan mahasiswa. Ia menilai tuntutan mahasiswa tersebut tak logis dan sudah bersifat arogan.
“Kita memahami, mereka belum paham substansi. Ketika kita memahami mereka, substansi yang mereka inginkan tak masuk akal,” tutur Supian HK.
Sementara itu, dari hasil kesepakatan bersama, Supian HK mengaku siap mundur jika tuntutan mahasiswa ini tak disampaikan dalam pekan ini. “Insya Allah Kamis kita antar, nanti diantar Ketua Komisi IV Lutfi Saifuddin, jika dalam waktu satu minggu tidak kami antarkan surat itu, saya mundur,” tegas Supian HK. (nn)

Leave a comment