BANJARMASIN – Perwakilan perkumpulan pengusaha kafe kopi silaturahmi dengan Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin, Selasa (10/8).
Pengusaha kafe kopi tersebut mengeluhkan turunnya pendapatan usaha, lantaran kebijakan take away selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 di Banjarmasin.
“Selama PPKM level 4 pendapatan usaha turun drastis. Kami tetap berusaha bertahan di tengah kondisi berat ini,” ucap Diaz, owner Universe Cafe.
Ia menceritakan beratnya menjalankan usaha di tengah pandemi dan sejumlah regulasi yang dirasa membuat UKM perlahan-lahan akan mati.
“Salah satu kebijakan yang sangat kami rasakan, yakni aturan take away. Kebanyakan pengunjung kafe ingin bersantai menikmati suasana. Kami pun sudah melaksanakan prokes secara ketat, dan aturan sesuai apa yang dianjurkan pemerintah, namun tetap tidak diperbolehkan,” terangnya kepada awak media.
Meski menerapkan sistem take away (bungkus), namun usahanya tetap jadi masalah. “Ketika ada beberapa pelanggan yang datang untuk take Alaway, juga dianggap dine in (makan di tempat) karena mengantrd juga dianggap kerumunan. Jadi ini membuat kami bingung,” keluhnya.
Serupa dengan Noviandi, owner Utara Cafe yang berlokasi di Sultan Adam, mengaku pernah dianggap melanggar prokes lantaran sejumlah pelanggan yang antre menunggu pesanan take away sedang diproses pelayan.
“Kan setelah order diproses dulu. Kebetulan ada beberapa pelanggan yang datang bersamaan. Itupun dianggap stay in dan saya dianggap melanggar prokes,” bebernya.
Noviandi berharap pemerintah lebih peka dan jelas dalam aturan PPKM level 4. Pemerintah bisa menetapkan sebuah kebijakan dan tetap menerapkan prokes secara ketat. Jangan ada yang masih buka dan ada yang disuruh tutup, dan di
berikan sanksi yang tidak merata.
“Kami siap dengan prokes ketat dan tetap kami laksanakan sesuai aturan pemerintah. Namun kami juga berharap nasib UMKM juga diperhatikan agar roda ekonomi tetap berputar ditengah situasi berat seperti saat ini,” harapnya.
Wakil Ketua DPRD M Syaripuddin berusaha memperjuangkan aspirasi pengusaha kedai kopi/warkop/cafe sejenisnya. Sebab pelaku usaha kedai kopi ini memang sangat terdampak di tengah pandemi.
Bang Dhin, begitu ia disapa, juga mengingatkan pemerintah agar semakin ketat dalam penegakan disiplin aturan di lapangan dan mengantisipasi dampaknya. Pemerintah untuk lebih ketat mengawasi kerumunan warga agar target penurunan Covid-19 tercapai dan tidak tebang pilih dalam menjalankan aturan.
“Kalaupun ada terkait rencana pelonggaran PPKM, daerah harus benar-benar ketat, dan tetap memperhatikan protokol kesehatan,” ucapnya. (syl)

Leave a comment