RANTAU – Pasca kecelakaan kapal tongkang BSP 09 yang menabrak permukiman penduduk di Desa Sungai Salai Hilir Rt 04 Rw 02, Kecamatan Candi Laras Utara, Kabupaten Tapin, Senin 9 Agustus 2021 pukul 14.40 Wita, menimbulkan kerugian sekitar Rp 600 juta.
Anggota DPRD Kalsel Wahyudi Rahman mengatakan, kronologisnya kapal BSP 09 menarik tongkang dari Banjarmasin menuju JT KPP (tempat pengisian batu bara). Sampai di Desa Sungai Salai Hilir, terjadi angin kencang, sehingga kapal penarik tidak mampu mengendalikan kapal dan justru berputar menuju ke arah perumahan warga.

“Kami berharap insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Salah satu upayanya adalah kabupaten agar melakukan pengajuan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Dinas Perhubungan Kalsel menjadi penetapan alur sungai yang dilintasi angkutan batu bara atau sejenisnya dengan melakukan kajian,” ujarnya, Selasa (10/8).
Kecelakaan tongkang mengakibatkan 2 rumah warga mengalami rusak parah, meski tidak ada korban jiwa. Namun kejadian ini harus disikapi serius. Alur pelayaran di perairan sangat rawan terjadi kecelakaan, terutama tongkang pengangkut batu bara. Sedangkan alur pelayaran tidak didukung dengan Sarana Bantu Navigasi Pelayaran (SBNP), petugas pandu dan sistem telekomunikasi pelayaran/vissel traffict service (VTS), serta kapal assist yang berfungsi membantu kapal tunda melakukan olah gerak.
“Masyarakat berharap agar pemprov segera turun tangan untuk mencegah kejadian terulang kembali,” harapnya. (thr)

Leave a comment