BANJARMASINPemko Banjarmasin

HIMPAUDI Banjarmasin Perkuat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

15

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus mendorong penguatan karakter dan pola hidup sehat anak sejak usia dini. Salah satunya melalui pelatihan guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) yang berfokus pada penerapan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (G7KAIH).

Kegiatan tersebut diikuti ratusan pendidik PAUD se-Kota Banjarmasin di Hotel Rattan Inn, Rabu (14/10). Pelatihan ini digelar dalam rangka peringatan HUT ke-21 dan Jambore III Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) Kota Banjarmasin Tahun 2026.

G7KAIH merupakan gerakan pembiasaan positif untuk membentuk karakter, menanamkan pola hidup bersih dan sehat, serta melatih kemandirian anak sejak dini. Melalui gerakan ini, anak diharapkan tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, tangguh dan berakhlak mulia.

Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, mengatakan bahwa tantangan dalam mendidik dan mengasuh anak usia dini semakin kompleks. Karena itu, penerapan G7KAIH perlu diperkuat, terutama melalui peran guru sebagai pendidik sekaligus teladan bagi anak-anak.

“Melalui pelatihan ini, para guru diajak untuk mempraktikkan dan mengintegrasikan tujuh kebiasaan baik tersebut ke dalam metode pembelajaran harian di ruang kelas,” ungkap Neli.

Tujuh kebiasaan yang diperkenalkan dalam gerakan ini meliputi bangun pagi, beribadah, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

Kebiasaan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan begitu, anak tidak hanya mengenal perilaku positif, tetapi juga terbiasa menjalankannya sejak usia dini.

Neli menegaskan, guru PAUD memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan tersebut karena anak cenderung belajar melalui contoh yang mereka lihat setiap hari.

“Guru PAUD bukan sekadar pengajar, ia garda terdepan sebagai teladan anak-anak kita di sekolah. Dengan implementasi G7KAIH, ini jadi bentuk ikhtiar kita bersama sehingga anak-anak bisa menyerap kebiasaan positif,” tukasnya.

Selain pelatihan, rangkaian kegiatan HUT HIMPAUDI juga diisi dengan perlombaan Laskar HIMPAUDI. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para guru untuk meningkatkan kompetensi, mempererat silaturahmi, serta berbagi pengalaman dan informasi dalam mengembangkan pendidikan anak usia dini.

Melalui kegiatan tersebut, penerapan G7KAIH diharapkan tidak hanya berlangsung selama pelatihan, tetapi juga menjadi kebiasaan yang diterapkan secara berkelanjutan. Dukungan guru, orang tua, keluarga dan masyarakat dinilai penting agar pembentukan karakter anak dapat berjalan secara konsisten di berbagai lingkungan.

Dengan kolaborasi tersebut, upaya membangun generasi yang sehat, mandiri dan berkarakter di Kota Banjarmasin diharapkan semakin kuat sejak usia dini. (mc)

Related Articles

Banjarmasin Tangani Karhutla, Tak Masuk Daftar Banpres Rp. 100 Miliar

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan...

Penipuan Siber Marak, Pemko Banjarmasin Perkuat Keamanan Digital

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Penipuan daring menjadi jenis kejahatan siber dengan proporsi tertinggi...

Bunda PAUD Banjarmasin Beri Tabungan Pendidikan Rp. 5 Juta untuk Anak Guru Honorer

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Bunda PAUD Kota Banjarmasin, Neli Listriani, menyalurkan tabungan pendidikan...

Pemko Banjarmasin Raih Penghargaan IHYA 2026

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin meraih penghargaan Terbaik II Indonesia...