RETORIKABANUA.ID, Balangan – Tradisi Ma Iwak yang digelar di Sungai Kali Maraup, Desa Inan, Kecamatan Paringin Selatan, berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat, Kamis (25/6). Selain menjadi hiburan rakyat, tradisi tahunan ini dinilai memiliki nilai budaya yang kuat dan berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Balangan.
Panitia pelaksana kegiatan, Hafis Anshari, mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa tradisi warisan leluhur masih tetap hidup dan dicintai oleh masyarakat.
Menurut Hafis yang juga anggota DPRD Kabupaten Balangan, Ma Iwak bukan sekadar agenda tahunan, tetapi bagian dari identitas budaya masyarakat yang diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat kebersamaan antarwarga.
“Kami sangat bersyukur kegiatan ini dapat terlaksana dengan lancar dan mendapat antusiasme yang luar biasa dari masyarakat. Ini menunjukkan bahwa tradisi warisan leluhur masih dicintai dan layak untuk terus dilestarikan,” ujarnya.
Ia berharap tradisi Ma Iwak dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan mendapat dukungan lebih luas sehingga ke depan dapat masuk dalam kalender wisata budaya Kabupaten Balangan.
Menurutnya, tradisi tersebut memiliki potensi besar untuk menarik wisatawan dari berbagai daerah apabila dikelola secara lebih terencana dan berkelanjutan.
“Harapan kami, Ma Iwak di Sungai Kali Maraup semakin dikenal luas, mampu menarik wisatawan dari luar daerah, dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Semoga tradisi ini terus terjaga dan menjadi kebanggaan masyarakat Balangan,” katanya.
Hafis menambahkan, pengembangan tradisi Ma Iwak tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kehadiran wisatawan diyakini mampu membuka peluang usaha bagi pelaku UMKM, pedagang dan warga setempat.
Pada kesempatan tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Balangan atas dukungan terhadap penyelenggaraan kegiatan. Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada Bupati Balangan, Abdul Hadi, jajaran pemerintah daerah, panitia, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang telah berpartisipasi sehingga kegiatan berlangsung aman, tertib dan penuh kebersamaan.
Tingginya antusiasme masyarakat dalam mengikuti tradisi Ma Iwak menjadi modal penting untuk mengembangkan kegiatan ini sebagai salah satu ikon budaya daerah. Ke depan, tradisi tersebut diharapkan tidak hanya menjadi sarana pelestarian budaya, tetapi juga mampu memperkuat sektor pariwisata dan meningkatkan perekonomian masyarakat Kabupaten Balangan. (asr)


