RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah, mulai dari pemenuhan anggaran pendidikan, peningkatan kesejahteraan guru, hingga penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Gusti Iskandar Sukma Alamsyah, usai menerima aspirasi mahasiswa di Kantor DPRD Provinsi Kalsel, Selasa (12/5).
Menurutnya, DPRD Kalsel terus menjaga pemenuhan mandatory spending atau alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen sebagaimana diamanatkan dalam peraturan perundang-undangan.
“Di DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, kami selalu menjaga mandatory spending pendidikan 20 persen tetap terpenuhi,” ujarnya.
Selain pemenuhan anggaran, perhatian terhadap tenaga pendidik juga diwujudkan melalui penyesuaian honor guru sesuai standar Upah Minimum Provinsi (UMP).
Ia menjelaskan, pemerintah provinsi juga terus melakukan pemenuhan fasilitas pendidikan secara bertahap berdasarkan standar pelayanan minimal.
Hal itu dilakukan mengingat banyaknya jumlah SMA, SMK dan SLB yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data yang disampaikan, terdapat lebih dari 200 SMA dan SMK di Kalsel, ditambah puluhan SLB yang memerlukan perhatian dalam pemenuhan fasilitas pendidikan maupun tenaga pendidik.
Selain itu, DPRD Kalsel juga mendorong pemerintah pusat agar memberikan dukungan tambahan terhadap sektor pendidikan di Banua, khususnya terkait kekurangan tenaga guru yang masih terjadi di sejumlah sekolah.
“Pak Kepala Dinas Pendidikan Kalsel saat ini juga sedang menghadap kementerian untuk mendapatkan tambahan formasi guru bagi Kalsel dan fasilitas pendukung lainnya,” katanya.
Aspirasi tersebut disampaikan mahasiswa yang tergabung dalam BEM se-Kalsel saat menggelar aksi penyampaian pendapat di DPRD Kalsel dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional. (ms)

