RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) Kementerian Perhubungan RI resmi menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Kota Banjarbaru untuk memperkuat sektor transportasi berbasis sumber daya manusia (SDM).
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Balai Pendidikan dan Pelatihan Transportasi Laut (BP2TL), Jakarta Selatan, Kamis (30/4).
Kerja sama ini tidak berhenti pada penandatanganan saja. Dua perjanjian kerja sama (PKS) langsung disepakati sebagai tindak lanjut.
Pertama, kerja sama antara Politeknik Transportasi Darat Indonesia (PTDI-STTD) dengan Pemko Banjarbaru dalam pemenuhan SDM transportasi darat.
Kedua, kerja sama antara Politeknik Keselamatan Transportasi Jalan (PKTJ) dengan Pemko Banjarbaru yang fokus pada peningkatan SDM di bidang keselamatan dan perhubungan darat.
Langkah ini menunjukkan bahwa pembangunan transportasi di Banjarbaru tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada peningkatan kualitas manusia sebagai penggerak utama sistem.
Kesepakatan tersebut mencakup tiga fokus utama, yaitu peningkatan kompetensi SDM, sinkronisasi kajian teknis antara pemerintah pusat dan daerah, serta pemanfaatan fasilitas pendidikan dan pelatihan milik Kementerian Perhubungan.
Kepala BPSDMP Kemenhub RI, Suharto, menegaskan bahwa kualitas layanan transportasi sangat bergantung pada kemampuan SDM yang mengelolanya.
“Sinergi ini diharapkan menjadi penggerak dalam mewujudkan sistem transportasi yang modern, aman, dan efisien,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, menyebut kerja sama ini sebagai langkah penting di tengah pesatnya perkembangan kota.
“Sebagai ibu kota Provinsi Kalimantan Selatan, Banjarbaru menghadapi tantangan mobilitas yang semakin kompleks dan dinamis,” katanya.
Kegiatan ini ditutup dengan peninjauan fasilitas pendidikan dan pelatihan di lingkungan BP2TL Jakarta. Peninjauan tersebut menunjukkan kesiapan infrastruktur dalam mencetak SDM transportasi yang mampu mengikuti perkembangan teknologi dan kebutuhan zaman.
Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak baru bagi Banjarbaru, sekaligus contoh sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem transportasi yang berdaya saing melalui investasi pada kualitas sumber daya manusia. (ms)
