RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadan 1446 H sekaligus melestarikan tradisi budaya Islami, Pemerintah Kabupaten Balangan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) menggelar Festival Baarak Tanglong pada Jumat malam (21/3).
Sebanyak 45 peserta turut ambil bagian dalam festival tahunan ini, dengan menampilkan kendaraan roda empat yang didekorasi penuh kreativitas bertema Islami. Arak-arakan dimulai dari halaman Masjid Al-Akbar, menyusuri jalan utama kota hingga ke Pasar Paringin, berputar di bundaran, dan kembali lagi ke masjid sebagai titik akhir.
Festival ini secara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, yang dalam sambutannya mengapresiasi kerja keras panitia dan partisipasi aktif masyarakat.
“Festival ini bukan hanya ajang perayaan Ramadan, tapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menggerakkan roda ekonomi masyarakat sepanjang rute arak-arakan,” ujarnya.
Senada dengan itu, Kepala Disdikbud Balangan, Abiji, menegaskan bahwa kegiatan ini telah menjadi agenda rutin yang dinanti masyarakat setiap tahunnya.
“Festival Baarak Tanglong bukan hanya tradisi, tapi juga upaya nyata melestarikan budaya bernuansa Islami yang sudah mengakar dalam masyarakat Balangan. Tahun ini, antusiasme peserta dan warga sangat luar biasa,” katanya.
BPBD Balangan Juara Pertama, Angkat Filosofi Mitigasi Bencana
Pemenang juara pertama tahun ini diraih oleh BPBD Balangan dengan mengusung konsep Bahtera Nabi Nuh—sebuah simbol mitigasi bencana dan penyelamatan.
“Alhamdulillah, kami bangga dan bersyukur atas apresiasi dari dewan juri. Terima kasih kepada Disdikbud Balangan yang telah menggelar acara luar biasa ini,” ujar Kepala BPBD Balangan, H. Rahmi.
Sementara itu, Kelompok Langgar Darul Abrar Paringin Timur menyabet juara kedua, disusul oleh Bapperida Balangan sebagai juara ketiga.
Untuk kategori harapan, Karang Taruna Sinar Jaya dinobatkan sebagai juara harapan pertama, diikuti oleh Tanglong Parsel dan Remaja Maradap sebagai juara harapan kedua dan ketiga.
Festival Baarak Tanglong ini menjadi bukti bahwa Ramadan di Balangan tak hanya menjadi momen spiritual, tetapi juga ruang ekspresi budaya dan solidaritas antarwarga. (ms)



Leave a comment