BALANGAN

Inovasi Dinas Pendidikan Balangan: Sekolah Jadi Pelopor Ketahanan Pangan Keluarga

280

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Balangan meluncurkan program inovatif untuk mendukung gerakan ketahanan pangan keluarga dengan memanfaatkan lahan kosong di sekolah-sekolah. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Bupati Balangan terkait Gerakan Ketahanan Pangan Keluarga.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Balangan, Abiji, menjelaskan bahwa banyak lahan di sekolah-sekolah yang belum dimanfaatkan dengan maksimal. Melalui program ini, lahan-lahan tersebut diharapkan bisa diubah menjadi produktif, tidak hanya untuk kebutuhan sekolah, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan terhadap ketahanan pangan di lingkungan sekitar.

“Kami melihat banyak lahan yang belum dimanfaatkan secara optimal di sekolah-sekolah. Dengan program ini, kami ingin memanfaatkan lahan tersebut untuk menanam berbagai jenis tanaman pangan yang bisa membantu ketahanan pangan keluarga,” ungkap Abiji pada Kamis (9/1).

Sekolah-sekolah diminta untuk menanam tanaman pangan seperti tomat, cabai, bawang, dan terong di pekarangan yang masih kosong. Selain itu, sekolah juga diimbau untuk menanam tanaman obat atau apotek hidup seperti jahe, kunyit, sereh, kencur, daun sirih, daun salam, dan tanaman kesehatan lainnya, seperti ginseng, licorice, daun pegagan, bunga kamelia, dan lidah buaya.

Tak hanya itu, tanaman hias seperti pucuk merah, melati Jakarta, tanaman boxwood, cemara kipas, soka Jawa, lidah mertua, dan bambu kuning juga disarankan untuk menghias halaman sekolah. Untuk mempercantik lingkungan, sekolah-sekolah diharapkan memanfaatkan rumput jepang dan rumput gajah mini di area terbuka.

Abiji juga menambahkan bahwa program ini bukan hanya fokus pada pemanfaatan lahan kosong, tetapi juga bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai peduli lingkungan kepada siswa. Selain itu, tanaman apotek hidup yang dikembangkan di sekolah diharapkan dapat mendukung program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan mendukung kesehatan siswa.

“Kami ingin menciptakan sinergi antara kepala sekolah, guru, dan siswa untuk mewujudkan sekolah yang tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi pelopor dalam pengelolaan lingkungan,” katanya.

Program ini diharapkan dapat memberikan dampak positif, baik bagi lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar, sebagai bentuk nyata dukungan terhadap ketahanan pangan di daerah.

“Sekolah adalah tempat yang strategis untuk memulai perubahan. Jika program ini sukses, manfaatnya akan sangat besar bagi seluruh masyarakat,” tambahnya. (ha)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Polres Balangan Rayakan May Day dengan Aksi Sosial dan Kesehatan

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional (May Day) 2026,...

KONI Balangan Bidik Perbaikan Pembinaan dan Cabor Unggulan

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Pengurus baru Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Balangan...

DPMPTSP Balangan Evaluasi Layanan, Targetkan Pelayanan Makin Cepat dan Mudah

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP)...

Komisi II DPRD Balangan Evaluasi Sektor Ekonomi dan Pembangunan 2025

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Komisi II DPRD Kabupaten Balangan menggelar rapat kerja bersama...