RETORIKABANUA.ID, BANJARMASIN – Pemerintah Kota Banjarmasin terus memberikan perhatian mengenai kasus stunting di Kota Seribu Sungai. Bentuk perhatian ini dapat dilihat dari kunjungan intervensi Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah, didampingi Taufik Rivani (Asisten II Ekonomi Pembangunan), M. Helfianoor (Kepala DPPKBPM), Nuryadi (Kadinsos), Norrahmawati (Camat Banjarmasin Utara) bersama jajaran TP2S yang ada.
Kunjungan Intervensi ini menyasar beberapa keluarga dan ibu Hamil beresiko stunting yang ada di kelurahan Pangeran, Kecamatan Banjarmasin Utara, Selasa (20/8).
Dalam kunjungan ini pula Pemko Banjarmasin turut menyerahkan bantuan berupa bingkisan dan paket sembako bagi keluarga kasus stunting.
Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Siti Wasilah menyampaikan, indikasi stunting harus dicegah sedini mungkin agar tidak menimbulkan masalah kesehatan di dalam sebuah keluarga.
“Alhamdulillah hari ini kita bisa mengunjungi beberapa ibu hamil, anak usia di bawah 5 tahun dan keluarga yang anaknya kurang dari 2 tahun dalam rangka audit stunting. Tujuannya jelas kita ingin tahu apa yang jadi penyebab di sebuah keluarga itu beresiko stunting, dilihat dari kondisi ibu hamilnya seperti apa, dan faktor-faktor lain,” ujarnya.
“Dari sini kita bisa mendapat informasi tentang apa yang harus jadi perhatian khusus pada anggota keluarga, tadi sudah kita sampaikan juga bantuan dan nasihat-nasihat supaya anak-anak yang masuk dalam kategori stunting ini bisa kita dorong pertumbuhan dan perkembangannya,” sambungnya.
Siti Wasilah menyebutkan, salah satu warga yang ia kunjungi bernama Nurmina tengah hamil delapan bulan namun saat dilakukan pengecekan dan pengukuran didapati bahwa sang ibu ternyata kekurangan asupan gizi.
“Kenapa ini jadi perhatian khusus kita, pas diukur lingkar lengan ibu ini ternyata kurang gizi, tentu ini akan berdampak pada anaknya juga nanti. Tadi setelah dihitung perkiraan berat bayinya kurang dari 2,5. Untuk itu ulun mohon lawan bapak (suaminya) perhatikan ibunya supaya mau makan,” pesannya.
Ia mengingatkan kepada semua calon pengantin maupun ibu hamil agar rutin memeriksa kan kondisi kesehatan badan dilayanan kesehatan terdekat.
Terakhir, saat penyerahan bantuan dari pemerintah, ia menekankan untuk terus bersemangat, menjaga kesehatan badan khususnya bagi ibu hamil, agar nantinya anak yang lahir dapat tumbuh dengan baik.
“Lalu pemberian Asi nya nanti juga mohon diperhatikan, tentu akan didampingi bu dokter dari puskesmas. Jadi ibu harus sehat bapaknya juga diperhatikan kesehatan istrinya, termasuk soal surat menyurat (bpjs, red) diperhatikan sehingga pada saat melahirkan nanti insyaallah semua terbantu, proses persalinan lancar dan anaknya tumbuh sehat,” pungkasnya. (mcbjm/sm)



Leave a comment