Banjarbaru – Gubernur Kalimantan Selatan H Sahbirin Noor menerima penghargaan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI.
Penghargaan Satyalancana Wira Karya Bidang Pertanian ini disematkan Menteri Pertanian, Syahril Yasin Limpo, mewakili Presiden Joko Widodo, dalam acara Pekan Nasional (PENAS) XVI Petani Nelayan Indonesia di Lapangan Udara (Lanud) Sultan Sjahril, Kota Padang, Sabtu (10/6).
PENAS XVI Tahun 2023 dibuka Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mewakili Presiden Jokowi secara virtual.
Dalam sambutan Jokowi yang disampaikan Airlangga, disampaikan apresiasi kepada 28 ribu petani, nelayan, petani hutan dari 37 provinsi se-Indonesia yang hadir.
Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, mengungkapkan rasa terima kasih kepada Presiden Jokowi, atas penghargaan tersebut.
“Alhamdulilah. Terima kasih pak Presiden atas penghargaan tanda kehormatan Satyalancana Wira Karya. Ini menjadi semangat kami untuk terus berkarya memajukan bidang pertanian dan peternakan di Banua,” ungkap Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel.
Ia menerangkan, keberhasilan meraih penghargaan Satyalancana Wira Karya adalah bentuk komitmen dan gagasan keberhasilan inovasi program Siska Ku Intip (Sistem Integrasi Kelapa Sawit Sapi Berbasis Kemitraan Usaha Ternak Inti Plasma).
“Program ini adalah sinergi kegiatan peningkatan produksi dan populasi sapi melalui pemanfaatan lahan sawit inti-plasma, pemanfaatan limbah industri sawit dan pelepah sawit untuk pakan ternak, penguatan pembiayaan dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit, dan penguatan rantai pasok ternak dan hasil ternak,” terangnya.
Menurutnya, etersediaan pasokan telah terbentuk 20 klaster Siska Ku Intip yang tersebar di 4 kabupaten yaitu Tanah Bumbu, Tanah Laut, Barito Kuala, dan Tabalong.
Dengan adanya program Siska Ku Intip, harga biaya produksi sapi menjadi lebih terjangkau, memenuhi indikator keterjangkauan harga, jauh lebih efisien (57,37%) dibandingkan daging konvensional. Sehingga mampu menyediakan daging sapi di bawah harga pasar.
“Setelah adanya program Siska Ku Intip, pola produksi sapi telah berubah menjadi berbiaya rendah. Karena memanfaatkan sumber pakan yang ada di kebun sawit,” tutupnya. (*)



Leave a comment