BANJARBARU – Banjir menjadi salah satu pembahasan ketika rapat paripurna di DPRD Banjarbaru. Hal ini dibahas saat pembahasan terkait Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2023, beberapa waktu lalu.
Dalam pembahasan, penanganan banjir mendapat perhatian khusus. Hal ini pun disambut baik oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banjarbaru, Fadliansyah Akbar.
Legislator muda Partai Gerindra ini mengatakan, banjir memang jadi persoalan di Banjarbaru sejak tahun 2000.
Namun, menurutnya, saat itu banjir hanya terjadi di satu kecamatan saja, yaitu Kecamatan Cempaka dan sekitarnya.
“Seiring perkembangan, banjir tak hanya terjadi di Kecamatan Cempaka saja, tapi hampir semua kecamatan di Banjarbaru. Ini menandakan kondisi lingkungan kita sudah mulai rusak,” ujarnya.
Melihat itu, Fadliansyah menegaskan perlu menjadi atensi khusus bagi Pemko Banjarbaru dalam penanganan banjir.
Misalnya, nilainya Seperti kondisi drainase, yang disebutnya masih ada perumahan di Kota Idaman yang belum memiliki drainase yang memadai.
“Embung dan sungai di Banjarbaru harus segera dinormalisasi. Karena, seiring perkembangan kota, daerah tangkapan air itu semakin berkurang,” ungkapnya.
Diakuinya, tak sedikit anggaran yang harus digelontorkan, baik untuk pencegahan maupun penanggulangan banjir. Sehingga, menjadi pekerjaan rumah bagi Pemko Banjarbaru, untuk fokus dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan banjir.
“Mungkin di tahun depan, bisa memprioritaskan penanganan banjir sebagai skala prioritas bagi Pemko. Agar bisa meminimalisir dampak banjir,” tuntasnya. (mrf)

Leave a comment