JAKARTANASIONAL

Di Sela P20, Puan Apresiasi Dukungan UEA dan Australia untuk Proyek IKN Nusantara

442

NASIONAL – Di sela-sela perhelatan The 8th G20 Parliamentary Speakers’ Summit (P20), Ketua DPR RI Puan Maharani melakukan pertemuan bilateral dengan pimpinan parlemen Uni Emirat Arab (UEA) dan Australia, Rabu (5/10).

Kepada pimpinan parlemen kedua negara itu, Puan menyinggung soal dukungan untuk proyek pembangunan ibu kota baru Indonesia di Kalimatan Timur.

Pertemuan antara Puan dengan pimpinan parlemen UEA dan Australia dilakukan dalam waktu terpisah di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Pembukaan P20 secara resmi akan diselenggarakan, Kamis (6/10).

Di awal pertemuannya dengan Ketua Dewan Federal Nasional Uni Emirat Arab, Saqr Ghobash, Puan menyinggung eratnya hubungan Indonesia dengan UEA.

Apalagi jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated diberi nama seperti salah satu tokoh sentral UEA, yakni Mohamed bin Zayed al Nahyan (MBZ), berkat pengerjaan investasi negara tersebut di Indonesia.

“Ini mencerminkan eratnya hubungan kedua negara,” kata Puan.

Indonesia dan UEA sendiri telah membangun hubungan bilateral yang erat selama 46 tahun.

Puan memandang, semakin menguatnya hubungan kedua negara karena didukung oleh kesamaan nilai-nilai yang dijunjung Indonesia. Seperti toleransi dan moderasi.

“Saya mengapresiasi nilai perdagangan antara Indonesia dan UEA yang telah mencapai USD 4,0 miliar pada tahun 2021. Saya berharap nilai ini dapat terus meningkat seiring peningkatan hubungan kedua negara,” ujar perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Berkat arahan langsung Mohamed Bin Zayed yang memegang peranan penting kebijakan negara, UEA diketahui akan menggelontorkan investasi US$ 10 miliar atau setara Rp 144 triliun yang akan ditempatkan pada dana kelolaan Indonesia Investment Authority (INA).

Dana itu akan digunakan untuk membantu Indonesia dalam mengembangkan proyek-proyek infrastruktur.

Lebih lanjut, Puan memberikan apresiasi kerja sama antara Indonesia dan UEA melalui penandatanganan Indonesia-United Arab Emirates-Comprehensive Economic Partnership Agreement (IUEA-CEPA) pada Juli 2022 Juli lalu di Abu Dhabi.

Ia berharap, perjanjian itu dapat meningkatkan hubungan bilateral Indonesia dan Uni Emirat Arab.

“Khususnya terkait isu ekonomi syariah yang merupakan salah satu isu prioritas kedua negara,” tutur perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Pada kesempatan itu juga dibahas kerja sama industri pertahanan yang telah terbangun antara Indonesia dengan Uni Emirat Arab. Khususnya dalam bentuk pengembangan produksi bersama, seperti pengembangan kendaraan tempur.

Dalam pertemuan dengan Saqr Ghobash, Puan pun menyatakan DPR menyambut baik peningkatan investasi UEA di Indonesia, khususnya investasi Uni Emirat Arab pada proyek Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang mengusung konsep hijau.

UEA telah menaruh investasi senilai USD 20 miliar, atau setara Rp 299,5 triliun (kurs Rp 14.975 per dolar AS) untuk proyek ibu kota baru Indonesia.

“Kehadiran investasi UEA di IKN akan menjadi simbol baru eratnya hubungan kedua negara. Saya berharap agar pembentukan pendanaan pembangunan IKN (IKN Fund) oleh INA dan pihak UEA dapat berjalan secara lancar,” ucapnya.

Pembicaraan soal IKN Nusantara juga turut dibahas dalam pertemuan bilateral dengan Ketua DPR Australia, Milton Dick.

Beberapa waktu lalu, pihak Australia menyatakan siap ikut serta dalam proyek pembangunan IKN Nusantara dengan infrastruktur ramah lingkungan.

Kepada Indonesia, Australia juga menawarkan program antisipasi perubahan iklim (climate change). Australia di bawah kepemimpinan Perdana Menteri (PM) Anthony Albanese berharap bisa lebih mengeratkan kerja sama, khususnya antara Kalimantan Timur dan Australia.

Cucu Proklamator RI Bung Karno itu pun menyatakan kegembiraannya dengan hubungan bilateral Indonesia-Australia yang semakin kuat dan solid.

“Kemitraan kedua negara terus diperkuat lagi sejak dideklarasikannya Indonesia-Australia sebagai mitra strategis pada Agustus 2018,” sebutnya.

Menurut Puan, penguatan hubungan bilateral kedua negara dapat dilakukan antara lain melalui penandatanganan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada Maret 2019, penambahan kuota Working Holiday Visa menjadi 5.000 peserta per tahun. Termasuk penambahan dana senilai AUD 470 juta untuk program ODA, serta dukungan terhadap program ketahanan pangan. (*/thr)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Kasus Meratus dan Pulau Panci Dibawa ke DPR RI

RETORIKABANUA.ID, Jakarta — DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan membawa persoalan konflik...

Belasungkawa Mega: Antara Politik Hati dan Diplomasi Dunia

Oleh: Dahlan Iskan Naskah Dahlan Iskan yang berjudul “Bela Khamenei” menghadirkan refleksi...

Bang Dhin: Gelar Kehormatan Megawati Jadi Kebanggaan Bangsa

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan, H.M. Syaripuddin...

Haka Auto Mantap Ekspansi Besar di 2026, Optimistis Sambut Pertumbuhan BYD

RETORIKABANUA.ID, Jakarta, 5 Februari 2026 – PT Bumi Hijau Motor (Haka Auto),...