BANJARBARU – Penyakit mulut dan kuku (PMK) kembali jadi pembicaraan jelang hari raya Idul Adha. Tidak hanya peternak, masyarakat pun banyak yang dibuat gelisah.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPRD Kota Banjarbaru Fadliansyah Akbar meminta Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) untuk segera melakukan sosialisasi masif dan edukasi tentang wabah PMK.
“Mengingat hari raya Idul adha yang semakin dekat dan mulai banyaknya pedagang yang mulai menjual hewan kurban di beberapa tempat. Ini harus jadi atensi,” katanya.
Menurut legislator Partai Gerindra ini, masyarakat terutama pedagang dan panitia kurban di Masjid, Mushola, perkantoran dan sekolah perlu mendapatkan sosialisasi tentang ciri-ciri hewan yang terjangkit PMK.
“Masyarakat umum juga perlu mendapatkan edukasi ini agar pemasakan daging ataupun bagian dalam dari daging kurban yang kemungkinan terjangkit PMK bisa dilakukan dengan benar,” pesannya.
Fadliansyah juga menambahkan bahwa tahun ini ketika pandemi mulai mereda, diperkirakan jumlah tempat penampungan dan penjualan hewan kurban akan terus meningkat. Maka pengawasan atas lalu lintas hewan kurban yang masuk ke Kota Banjarbaru juga harus lebih diperketat.
“Namun yang lebih penting lagi adalah bagaimana sosialisasi dan edukasi yang benar tentang PMK ini kepada pedagang kurban, panitia kurban dan masyarakat secara keseluruhan,” pungkasnya. (mrf)

Leave a comment