BANJARMASINKALSEL

Ratusan Massa Serukan Lawan Mafia Hukum

376

BANJARMASIN – Aksi solidaritas terhadap Bendahara Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Mardani H Maming terus bergulir. Senin pagi (6/6), ratusan massa dari berbagai elemen LSM dan ormas, melaksanakan aksi demo simpatik di depan Pengadilan Negeri Tipikor Banjarmasin.

Dalam aksinya, massa menyerukan agar segera dihentikan kriminalisasi terhadap Mardani H Maming, serta mengajak seluruh masyarakat untuk melawan para mafia hukum.

Aksi demo simpatik ratusan massa tersebut sebagai buntut dari kriminalisasi yang dialami Bendum PBNU Mardani H Maming. Solidaritas terhadap Mardani mencuat karena ada dugaan keterlibatan mafia hukum.

Massa aksi demo simpatik, diantaranya datang dari Lembaga Kerukunan Masyarakat (Lekem) Kalimantan, Aliansi Jaringan Anak Kalimantan (AJAK), Forum Rakyat Peduli Bangsa dan Negara (Foreban) Kalsel, dan Kelompok Pemerhati Kinerja Aparatur Pemerintah dan Parlemen (KPK-APP) LSM Macan Asia.

Aksi solidaritas untuk Mardani H Maming berlangsung dalam suasana damai. Selain berorasi, para pengunjuk rasa juga membagi-bagikan bunga. Serta mengumpulkan tanda tangan warga di selembar kain sebagai tanda dukungan moril kepada Mardani H Maming yang juga Ketua Umum BPP HIPMI itu.

“Mardani orang baik. Namun selama ini terkesan disudutkan. Ia yang hanya saksi , tapi di-framing seolah-olah penjahat,” ujar salah seorang koordinator lapangan, Aliansyah, dalam orasinya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mardani H Maming sebagai saksi dalam kasus dugaan gratifikasi izin pertambangan dengan terdakwa Dwidjono Putrohadi Sutopo, mantan Kepala Dinas ESDM Kabupaten Tanah Bumbu, dikait-kaitkan ikut terlibat.

Padahal,  terdakwa Dwidjono sendiri dalam kesaksiannya di PN Tipikor Banjarmasin menyatakan bahwa Mardani H Maming sebagai mantan Bupati Tanah Bumbu, tidak menerima sepeserpun uang Rp 27 miliar lebih yang diduga dari hasil gratifikasi, seperti didakwakan jaksa penuntut umum.

“Mardani adalah aset Banua, aset Kalimantan Selatan. Beliau orang baik. Selamatkan orang-orang baik di Kalsel. Jangan dikorbankan hanya untuk kepentingan orang-orang tertentu. Jangan sampai dikriminalisasi,” kata Aliansyah lagi.

Selain itu, para pengunjuk rasa juga menyatakan dukungannya kepada Pengadilan Tipikor Banjarmasin. Mereka percaya PN Tipikor Banjarmasin bekerja sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya dalam menegakan hukum serta keadilan.

“Kita memberikan dukungan penuh agar Pengadilan Tipikor Banjarmasin bekerja profesional,” kata Aliansyah.

Pada bagian lain, para pengunjuk rasa mengajak segenap komponen masyarakat,  khususnya masyarakat Kalsel untuk bersama-sama melawan mafia hukum.

“Sistem hukum kita jangan sampai mengorbankan orang-orang yang tidak bersalah. Jangan sampai hukun dipakai untuk menghancurkan karir orang lain,” tegasnya.

Di sisi lain, para pengunjuk rasa juga mengingatkan para tokoh Banua agar akur dan tidak saling menjatuhkan. “Rakyat Kalimantan cinta damai. Jangan becakut pepadaan (jangan berkelahi antar sesama, red). Kita dorong agar Kalimantan bisa maju,” seru korlap aksi damai itu. (*/syl)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul Guru Cangkring, Ajak Masyarakat Teladani Ulama

RETORIKABANUA.ID, Tapin — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menghadiri peringatan...

UMARA Permudah Modal UMKM Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Bank Kalsel resmi meluncurkan program...

Pemko Banjarmasin Dorong Aksi Lingkungan Lewat Tanam 100 Pohon

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menghadiri kegiatan Aksi Tanam...

Pemprov Kalsel Resmi Lepas Kloter Pertama Jemaah Haji Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Suasana haru dan khidmat menyertai pelepasan jemaah haji kloter...