BANJARBARU – Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin menghadiri penandatanganan komitmen bersama dalam rangka percepatan penurunan stunting, sekaligus temu kader KB dan pelayanan gratis KB untuk masyarakat, Senin (14/3).
Acara yang digelar di Kompleks Wengga Tahap IV ini juga dipadu dengan penyerahan kendaraan operasional roda dua untuk PLKB Kecamatan se Banjarbaru. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Banjarbaru Wartono, Sekda Said Abdullah, Ketua DPRD Banjarbaru, Forkopimda, Kemenag, Kepala Disdalduk KP PMP dan PA, camat dan para lurah.
Aditya Mufti Ariffin menyampaikan, penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting sangat penting . Karena stunting atau kekurangan gizi pada anak merupakan salah satu tantangan terbesar yang masih dihadapi di Indonesia.
“Disampaikan Kepala BKKBN Kalsel, angka stunting masih 30, untuk Indonesia 24 . Sedangkan Banjarbaru di angka 19,” ucapnya.
Ia menargetkan, tahun 2023-2024 kira-kira Banjarbaru untuk stunting di angka 14. “Mudah-mudahan kita bisa mencapai angka target nasional 14 %,” ucapnya.
Aditya mengimbau kepada seluruh SKPD untuk bersinergi terkait program maupun program lintas SKPD dalam mengatasi pola asuh dan pola gizi yang dapat menyebabkan anak kurang tinggi ataupun gizi buruk.
Terkait dengan pertemuan dengan para kader KB, ia merasa senang. Diharapkan dapat menambah pengetahuan wawasan dan keterampilan, serta jalinan silaturahmi antarkader.
“Selain itu pula dapat menjadi sarana yang efektif untuk kita bisa saling bertukar informasi terhadap berbagai persoalan dan solusi bagi pembinaan masyarakat dalam rangka meningkatkan status kesehatan keluarga,” katanya. (tf)

Leave a comment