Senin, 24 Juni 2024
BerandaKALSELBANJARBARU5 Tuntutan Driver Online Didengarkan Pemprov Kalsel, TAG Kalsel Berikan Penjelasan

5 Tuntutan Driver Online Didengarkan Pemprov Kalsel, TAG Kalsel Berikan Penjelasan

BANJARBARU – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Pemprov Kalsel) menyambut dan dengarkan aspirasi para driver online yang meminta agar SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/0953/KUM/2023 terkait dengan ambang batas tarif itu dapat diterapkan oleh aplikator.

Kedatangan para driver online ini mulanya dengan aksi demo berjalan kaki menuju kantor Gubernur Kalsel di Banjarbaru, Senin (3/6).

Untuk menciptakan ruang diskusi yang nyaman, 10 perwakilan driver online diajak duduk bersama membahas hal yang dituntut. Disdkusi ini dipimpin oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Nurul Fajar Desira, didampingi Asisten II Muhammad Amin dan paparan-paparan diskusi dilakukan oleh Tenaga Ahli Gubernur (TAG), Rizal Akbar.

Tenaga Ahli Gubernur, Rizal Akbar menjelaskan aspirasi driver online ini mengarah pada tuntutan pemenuhan atas SK Gubernur Nomor 100.3.3.1/0953/KUM/2023 tentang ambang batas tarif.

“Alhamdulillah, terima kasih atas kunjungannya menyampaikan aspirasi dimana pada posisi tuntutan mereka normatif saja, karena SK gubernur telah diterbitkan dalam hal pelaksanaan tarif bawah dan atas untuk driver online,” ujar Rizal Akbar usai diskusi di ruang rapat Aberani Sulaiman.

Dirinya mengungkapkan ada lima tuntutan Driver Online yang disampaikan, salah satunya yakni, sejak ditandatanganinya SK Gubernur nomor 100.3.3.1/0953/KUM/2023 pada tanggal 15 November 2023 sampai pelaksanaan aksi ini, ketentuan didalamnya tidak dilaksanakan sepenuhnya oleh aplikator, poin yang tidak dipatuhi aplikasi adalah perusahaan aplikasi dan penyedia angkutan sewa khusus memberlakukan tarif awal sesuai dengan titik penjemputan menuju titik tujuan minimal Rp16.000 ribu untuk maksimal 3 kilometer pertama, dan untuk tarif selanjutnya menyesuaikan tarif batas bawah dan tarif batas atas sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.

Rizal Akbar menyebut, Driver Online yang tergabung dalam Driver Online Kalsel Bersatu itu menuntut penerapannya pada aplikasi yang di lapangan, jika aplikator menjalankan ketentuan-ketentuan yang ada di SK tersebut, bukan tidak mungkin pendapatan driver online dapat meningkat dengan baik.

“Upaya selanjutnya, mungkin nanti dari kita teknisnya juga bisa menegur aplikator yang tidak menjalankan SK Gubernur tersebut, terus juga masing-masing tim di sini, dinas terkait, dan kepolisian akan membuat grup diskusi untuk mengetahui siapa kira-kira yang tidak menjalankan aturan tersebut,” tutup Rizal Akbar.

Sementara itu, Sekretaris Driver Online Kalsel Bersatu, Agus Susanto mengapresiasi atas dukungan positif yang diberikan oleh Pemprov Kalsel yang antusias menjamu penyampaian aspirasi oleh ratusan Driver Online.

“Kami sangat apresiasi pihak pemerintah menyambut kami cukup hangat, Pemprov Kalsel juga akan segera menindak lanjuti hal ini dengan membentuk tim untuk memonitoring dan akan memberikan sanksi tegas pihak-pihak yang tidak melaksanakan SK Gubernur tersebut,” ujar Agus Susanto. (humas/mckalsel/zy).

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI