TANJUNG – Seorang pria misterius menganiaya SA, warga Desa Ampukung, Kecamatan Kelua, Kabupaten Tabalong, Kamis (23/12) dini hari. Akibatnya, korban luka akibat bacokan senjata tajam.Kepala bagian belakang, tangan, dan bahu kiri, robek dan berdarah.
Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin melalui Kasi Humas Iptu Mujiono membenarkan peristiwa penganiayaan berat yang terjadi di Desa Ampukung tersebut.
“Peristiwa itu diketahui pertama kali oleh istri korban berinisial KW,” jelas Iptu Mujiono.
Menurut keterangan istri korban, saat kejadian dirinya sedang tidur di kamar. Kemudian terbangun mendengar suara minta tolong dari sang suami yang sedang menonton televisi.
“Saat ke luar, KW terkejut melihat sang suami sudah bersimbah darah. Melihat itu ia membantu suaminya dan membuka pintu rumah sembari meminta bantuan pertolongan warga,” beber Iptu Mujiono.
Mendengar teriakan istri korban tersebut, pelaku langsung melarikan diri ke arah belakang rumah korban.
Sebelum lari, KW melihat pelaku memakai penutup wajah dengan membawakan parang.
Sementara itu, warga sekitar yang mendengar teriakan KW berdatangan dan memberikan pertolongan terhadap korban yang membawanya ke Puskesmas Kelua.
“Karena lukanya sangat berat, korban kemudian dibawa ke RSUD H Badaruddin Kasim di Maburai,” kata Mujiono.
Penganiayaan tersebut dalam proses penyelidikan Polres Tabalong dan Polsek Kelua.
“Untuk pelaku dan motifnya melakukan tindakan terhadap korban masih dalam penyelidikan petugas,” pungkasnya. (mid)

Leave a comment