RETORIKABANUA.ID, Bali – Sebagai salah satu daerah penghasil buah salak dengan metode Agroforestri yang telah terbukti sukses, Bali menjadi tujuan Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) untuk melakukan komparasi terkait budidaya buah salak.
Bali, yang juga merupakan salah satu penghasil salak unggulan ekspor Indonesia, memiliki banyak pengalaman yang diharapkan dapat diadopsi oleh Kalsel.
Kunjungan tersebut dilakukan oleh Komisi II DPRD Kalsel yang membidangi ekonomi dan keuangan, dan diterima langsung oleh Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (PKP) Provinsi Bali, I Wayan Sunada, pada Jumat (17/1).
Agroforestri, yang merupakan metode pertanian yang mengintegrasikan tanaman pangan, kehutanan, dan ternak di lahan yang sama, menjadi salah satu kunci keberhasilan budidaya salak di Bali. Sistem ini memungkinkan interaksi yang saling menguntungkan antara komponen pertanian dan lingkungan, menciptakan hasil yang optimal bagi petani.
Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, yang memimpin rombongan, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mendalami cara budidaya salak dengan metode yang tepat, khususnya untuk masyarakat transmigran asal Bali yang ada di Kalsel, seperti di Kabupaten Tanah Bumbu, yang tertarik untuk membudidayakan buah salak.
“Di Kalsel, khususnya di Kabupaten Tanah Bumbu, ada komunitas transmigran dari Bali yang ingin membudidayakan salak. Kami datang ke sini untuk memperdalam pengetahuan tentang cara budidaya salak yang tepat agar bisa diterapkan di Kalsel,” ujarnya.
Imam Subarkah, Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Dinas PKP Prov. Kalsel, memberikan apresiasi atas inisiatif yang dilakukan oleh Komisi II DPRD Prov. Kalsel. Ia juga mengungkapkan dukungannya terhadap program ini.
“Komisi II sangat jeli dalam melihat potensi yang ada. Apa yang dibutuhkan oleh masyarakat Kalsel harus kita dukung. Kami sebagai dinas yang memiliki tugas dan fungsi sebagai pembina, akan berkoordinasi dengan Dinas PKP Bali terkait penyediaan bibit salak, agar Kalsel juga bisa memiliki bibit salak berkualitas seperti yang ada di Bali,” harapnya.
Kunjungan ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan budidaya salak di Kalsel, sehingga masyarakat setempat, khususnya yang berasal dari Bali, bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari komoditas unggulan ini. (ms)


Leave a comment