RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalsel mengikuti upacara ziarah rombongan untuk memperingati 164 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Pangeran Antasari, Minggu (11/10).
Ziarah berlangsung di Makam Pahlawan Nasional Pangeran Antasari, Jalan Malkon Temon, Banjarmasin Utara, mulai pukul 08.00 WITA. Upacara dipimpin Sekretaris Daerah (Sekda) Kalsel, M. Syarifuddin selaku pimpinan ziarah rombongan.
Suasana khidmat mewarnai rangkaian kegiatan yang diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan dan mengheningkan cipta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sejarah singkat perjuangan Pangeran Antasari, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, serta tabur bunga bersama. Kegiatan juga diisi dengan penyerahan tali asih kepada ahli waris Pangeran Antasari.
Usai kegiatan, Supian HK mengatakan, keikutsertaannya dalam ziarah tersebut merupakan bentuk penghormatan atas jasa dan perjuangan Pangeran Antasari dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.
“Alhamdulillah, hari ini kita bersama-sama melaksanakan ziarah untuk mengenang 164 tahun wafatnya Pangeran Antasari. Ini adalah bentuk penghormatan kita atas jasa beliau yang berjuang demi kedaulatan NKRI dari Bumi Kalimantan Selatan,” ujar Supian HK.
Ia menegaskan, wafatnya Pangeran Antasari tidak menghapus semangat perjuangan yang diwariskannya. Nilai keberanian, pantang menyerah, dan kecintaan terhadap Banua serta Indonesia, menurutnya, harus terus ditanamkan, khususnya kepada generasi muda.
“164 tahun beliau wafat, tetapi semangatnya tidak pernah wafat. Semangat Waja Sampai Kaputing atau semangat pantang menyerah, keberanian melawan penjajah, dan kecintaan pada Banua dan Indonesia harus kita teladani. Jangan hanya mengenang, tetapi teladani semangat perjuangannya dalam membangun Kalsel hari ini,” tegasnya.
Supian HK juga menyatakan, DPRD Kalsel berkomitmen menjaga nilai-nilai kepahlawanan agar tidak sekadar menjadi simbol peringatan, tetapi juga menjadi landasan dalam pelaksanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, semangat perjuangan Pangeran Antasari harus diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
“Pembangunan Kalsel harus berlandaskan semangat perjuangan Pangeran Antasari, yaitu pembangunan untuk kesejahteraan rakyat. Itu warisan perjuangan yang paling nyata,” pungkasnya. (hm)
