BANJARBARUPemko Banjarbaru

Hadapi Kemarau, Pemko Banjarbaru Gelar Salat Istisqa

4

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar Salat Istisqa secara berjemaah di Lapangan Dr. Murdjani, Senin (24/8) pagi. Salat sunah tersebut digelar sebagai ikhtiar menghadapi kemarau panjang dan kekeringan yang melanda sejumlah wilayah, termasuk Kota Banjarbaru.

Salat Istisqa diikuti Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Banjarbaru, Sirajoni, serta ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga non-ASN dari sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan instansi lainnya.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah bersama para pegawai menjadi bentuk ikhtiar dan kepedulian terhadap kondisi kekeringan yang berdampak pada aktivitas masyarakat.

Salat sunah meminta hujan tersebut dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Banjarbaru KH. Mukhlis Kaspul Anwar sebagai imam sekaligus khatib.

Dalam khotbahnya, KH. Mukhlis menyampaikan bahwa kemarau panjang dan kekeringan telah memberikan dampak terhadap kesehatan serta aktivitas masyarakat.

“Saat ini bumi tempat kita berpijak sedang diuji dengan kemarau panjang. Tanah-tanah mulai retak mencerminkan dahaga, sumber air surut dan menipis, tanaman layu dan debu kering bertebaran ditiup angin. Kebakaran hutan meluas dan asap menyelimuti bumi. Udara yang kita hirup mengganggu kesehatan, menimbulkan keresahan, hingga mengganggu berbagai aktivitas kehidupan,” ujarnya di hadapan jemaah.

Ia juga mengingatkan jemaah untuk melakukan introspeksi diri dan memperbanyak rasa syukur serta memohon ampun kepada Allah SWT. Menurutnya, musibah kekeringan dapat menjadi momentum bagi manusia untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah.

“Musibah kekeringan yang menimpa dan tertahannya tetesan air hujan dari langit ini bisa jadi buah dari kelalaian tangan kita sendiri. Ini semua boleh jadi bersumber dari genangan dosa-dosa yang terus kita tumpuk. Kemaksiatan yang dikerjakan secara terang-terangan serta keengganan kita untuk mensyukuri nikmat-nikmat-Nya,” tegasnya.

Melalui Salat Istisqa, KH. Mukhlis mengajak masyarakat menjadikan momentum tersebut sebagai upaya memperbaiki diri, meningkatkan ibadah, serta mempererat hubungan antarsesama.

Menurutnya, Salat Istisqa bukan hanya ritual untuk memohon turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta lingkungan.

Di akhir khotbah, jemaah diajak untuk menjaga kelestarian alam, memperbanyak istighfar dan memanjatkan doa agar kemarau serta kekeringan segera berakhir.

Doa juga dipanjatkan agar kebakaran dan kabut asap yang dapat mengganggu kesehatan serta aktivitas masyarakat segera berakhir, kemudian digantikan dengan turunnya hujan sebagai rahmat bagi masyarakat Kota Banjarbaru. (mc)

Related Articles

Pemko Banjarbaru Gelar Upacara Hari Kesaktian Pancasila

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru menggelar upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila...

Pemko Banjarbaru dan PTAM Intan Banjar Perkuat Kerja Sama Pajak dan Retribusi

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru dan PT Air Minum (PTAM) Intan...

Pemko Banjarbaru Dorong Kader PKK Perkuat Program untuk Masyarakat

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Kota Banjarbaru mendorong kader Tim Penggerak (TP) PKK...

Pemko Banjarbaru Salurkan Air Bersih untuk Warga Kemuning

 RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Bagi warga RT 23 dan RT 24 Kelurahan Kemuning,...