KOTABARUPemkab Kotabaru

Gerai Ikan Murah Kotabaru Diserbu Warga, 100 Kg Ikan Ludes Diminati

18

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Gerai Ikan Murah yang digelar Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru mendapat sambutan antusias dari masyarakat. Dalam kegiatan perdana yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Kamis (15/10), sebanyak 100 kilogram ikan disiapkan untuk dijual dengan harga terjangkau. Tingginya minat pembeli membuat sebagian warga tidak kebagian ikan.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Kotabaru untuk meningkatkan konsumsi ikan sekaligus membantu masyarakat memperoleh sumber pangan bergizi dengan harga yang lebih terjangkau.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, Zaenal Arifin, mengatakan gerai tersebut digelar untuk mendorong gerakan gemar makan ikan di tengah masyarakat, sekaligus memberikan alternatif tempat berbelanja ikan dengan harga lebih murah.

“Kalau harga ikan mahal, masyarakat mungkin akan kesulitan untuk membeli. Karena itu, kami meminta Bidang Daya Saing untuk mengadakan gerai ikan murah,” ujarnya saat diwawancarai.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat dapat membeli berbagai jenis ikan segar, seperti bandeng, lele dan tongkol, dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga di pasaran.

Salah satunya ikan bandeng yang dijual Rp. 15.000 per kilogram. Harga tersebut lebih murah dibandingkan harga di pasar yang dapat mencapai Rp. 30.000 per kilogram.

Selain menjual ikan segar, Gerai Ikan Murah juga menyediakan beragam produk olahan hasil perikanan dari kelompok usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) binaan Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru.

Produk yang ditawarkan antara lain pentol ikan, kerupuk ikan, cendol ikan, bandeng asap, serta berbagai olahan ikan lainnya.

Kehadiran produk UMKM tersebut diharapkan dapat memperluas pemasaran hasil olahan perikanan lokal sekaligus meningkatkan peluang usaha bagi kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan di Kabupaten Kotabaru.

Zaenal menjelaskan, ikan yang dijual dalam kegiatan tersebut diperoleh dari pengepul dan pembudidaya lokal. Namun, pada pelaksanaan perdana, jumlah pasokan masih terbatas karena pengambilan ikan belum banyak, sementara minat masyarakat ternyata cukup tinggi.

Melihat respons tersebut, Dinas Perikanan berencana menambah pasokan pada kegiatan berikutnya agar lebih banyak masyarakat dapat menikmati program tersebut.

“ Ternyata antusias masyarakat sangat tinggi, bahkan ada yang tidak kebagian. Ke depan, pasokan akan kami perbanyak dan kegiatan ini akan diupayakan rutin minimal sebulan sekali,” jelasnya.

Dinas Perikanan juga berencana menjadikan Gerai Ikan Murah sebagai agenda rutin sekurang-kurangnya satu kali dalam sebulan. Informasi mengenai jadwal pelaksanaan berikutnya akan disampaikan kepada masyarakat.

Di sisi lain, Zaenal turut menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi nelayan, terutama tingginya biaya operasional dan keterbatasan hasil tangkapan.

Menurutnya, bahan bakar minyak (BBM) menjadi salah satu komponen biaya terbesar dalam kegiatan melaut. Selain itu, kondisi angin dan gelombang tinggi dapat menghambat aktivitas penangkapan ikan. Ketika nelayan tidak dapat melaut, pasokan ikan laut berpotensi berkurang dan harga di pasaran cenderung meningkat.

Zaenal menyebutkan bahwa Kabupaten Kotabaru memiliki enam Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk melayani kebutuhan BBM nelayan.

Namun, berdasarkan data yang disampaikannya, dari lebih 11 ribu nelayan terdaftar, baru sekitar 4 ribu yang menerima BBM bersubsidi.

Karena itu, ia menilai pembaruan data penerima subsidi perlu dilakukan secara berkala. Pendataan tersebut diperlukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran, termasuk memperbarui informasi mengenai kapal yang sudah tidak beroperasi atau pemilik kapal yang telah meninggal dunia.

Dengan data yang lebih akurat, alokasi subsidi diharapkan dapat dimanfaatkan oleh nelayan lain yang memenuhi persyaratan dan belum memperoleh akses.

Selain persoalan BBM, ukuran kapal juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi jangkauan penangkapan ikan. Zaenal mengatakan sebagian besar kapal nelayan masih berukuran di bawah 5 gross tonnage (GT), sehingga jangkauan wilayah tangkap relatif terbatas.

Dinas Perikanan, lanjutnya, akan berupaya memfasilitasi peningkatan kapasitas sarana penangkapan ikan agar nelayan dapat menjangkau wilayah tangkap yang lebih luas sesuai ketentuan dan meningkatkan produktivitas.

Melalui Gerai Ikan Murah, Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru berharap masyarakat semakin mudah memperoleh ikan segar dengan harga terjangkau. Program ini juga diharapkan mendorong peningkatan konsumsi ikan serta memperkenalkan lebih luas produk olahan UMKM perikanan.

Selain memberikan manfaat bagi konsumen, kegiatan tersebut menjadi sarana pemasaran bagi pembudidaya, pengepul, dan pelaku UMKM lokal.

Ke depan, penambahan pasokan dan pelaksanaan kegiatan secara rutin diharapkan dapat memperluas jangkauan program, menjaga akses masyarakat terhadap pangan bergizi, serta mendukung peningkatan pendapatan pelaku usaha dan kesejahteraan nelayan di Kabupaten Kotabaru. (mc)

Related Articles

Diskominfo Kotabaru Perkuat Kemitraan dengan Insan Pers

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kotabaru memperkuat kemitraan...

Dispersip Kotabaru Ajak Pelajar Gemar Membaca Lewat Lomba Bercerita

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Kotabaru menggelar lomba...

Masjid Baitul Abror Gelar Pasar Murah, Beras Dijual Rp. 53 Ribu

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Masjid Jami Baitul Abror menggelar program sosial berupa distribusi...

Pemkab Kotabaru Perkuat Pengawasan Jasa Konstruksi

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru terus berupaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan jasa...