RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru sekaligus Bunda PAUD Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, mengingatkan para pendidik dan orang tua agar tidak memberikan beban belajar berlebihan kepada anak usia dini.
Pesan tersebut disampaikan saat Erna Lisa melakukan kunjungan kerja ke empat satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Kecamatan Banjarbaru Selatan dan Banjarbaru Utara, Kamis (24/9).
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kualitas layanan pendidikan, pemenuhan hak anak, serta penerapan program pendidikan karakter dan inklusi di tingkat PAUD.
Dalam kunjungannya, Bunda PAUD Banjarbaru berinteraksi langsung dengan anak-anak. Ia menyapa siswa, membaca buku, hingga mendongeng bersama untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan.
“Pendidikan anak usia dini sejatinya adalah fondasi awal tumbuh kembang anak. Oleh karena itu, saya berpesan kepada seluruh guru dan pendidik agar jangan membebani anak-anak kita. Dunia PAUD pada dasarnya adalah dunia bermain yang menyenangkan,” tegas Erna Lisa.
Selain meninjau proses pembelajaran, Erna Lisa juga memperhatikan kondisi sarana dan prasarana di masing-masing satuan pendidikan.
Saat mengunjungi Satuan PAUD Sejenis (SPS) Seroja, ia menemukan masih adanya fasilitas yang perlu diperbaiki dan ditingkatkan.
“Kami melihat masih ada beberapa sarana dan prasarana yang kurang layak. Pemerintah Kota Banjarbaru berkomitmen untuk memberikan bantuan pemenuhan fasilitas yang kurang tersebut agar anak-anak dapat belajar dan bermain dengan lebih nyaman, aman, dan ceria,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, terdapat empat satuan PAUD yang menjadi lokasi peninjauan.
Pertama, Satuan Pendidikan Kemala Bhayangkari 23 di Kelurahan Guntung Paikat, yang melaksanakan program Literasi Karakter melalui kegiatan “Bunda PAUD Bercerita”. Program ini diarahkan untuk mengenalkan nilai-nilai moral kepada anak sejak dini.
Kedua, TK Negeri Idaman di Kelurahan Loktabat Selatan. Di lokasi ini, Bunda PAUD meninjau penerapan pendidikan inklusi untuk memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang setara dan bebas dari diskriminasi.
Ketiga, SPS Seroja di Kelurahan Loktabat Utara, yang melaksanakan program Bina Keluarga Balita. Selain melihat kegiatan pembelajaran, Bunda PAUD juga meninjau kebutuhan sarana dan prasarana di sekolah tersebut.
Keempat, TK Negeri Pembina Kota Banjarbaru di Kelurahan Loktabat Utara. Peninjauan difokuskan pada evaluasi dan penguatan program Sekolah Ramah Anak untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Melalui kunjungan tersebut, Pemerintah Kota Banjarbaru menegaskan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan pemerintah dalam memenuhi hak anak.
Upaya tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan menyenangkan sekaligus mendukung tumbuhnya generasi Banjarbaru yang sehat, berkarakter dan bahagia. (mc)
