RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Pemerintah Kabupaten Kotabaru mengenang jasa dan perjuangan ulama KH. Sulaiman Nain melalui peringatan haul yang digelar di Kompleks Pemakaman Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Al Muawwanah Darul Ulum Kotabaru, Sabtu (7/11).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Bupati Kotabaru, Syairi Mukhlis, mewakili Bupati Kotabaru, hadir didampingi Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru, Siti Hadijah Syairi Mukhlis.
Peringatan haul tersebut juga ditujukan untuk mengenang istri almarhum, Hj. Nor Cahaya binti H. Abdul Hamid.
Pada kesempatan itu, Syairi Mukhlis membacakan manaqib atau riwayat perjalanan hidup KH. Sulaiman Nain sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdiannya dalam bidang dakwah serta pendidikan Islam di Kabupaten Kotabaru.
Syairi menyampaikan, KH. Sulaiman Nain merupakan sosok ulama yang patut menjadi teladan bagi masyarakat. Dedikasinya dalam menyebarkan ilmu agama dan mengembangkan pendidikan Islam telah meninggalkan warisan berharga bagi generasi penerus.
“Perjuangan dan pengabdian seorang ulama tidak akan berhenti meskipun beliau telah tiada. Ilmu yang diajarkan, lembaga pendidikan yang dibangun, serta kebaikan yang diwariskan akan terus memberikan manfaat bagi generasi penerus. Inilah yang harus kita jaga dan teladani bersama,” ungkapnya.
KH. Sulaiman Nain lahir pada 15 Agustus 1939 di Desa Sembilan, Kabupaten Kotabaru. Setelah menuntut ilmu di Pondok Pesantren Darussalam Martapura, beliau kembali ke Kotabaru untuk mengabdikan diri melalui kegiatan dakwah, pendidikan, dan organisasi keagamaan.
Salah satu warisan penting perjuangannya adalah Yayasan Pendidikan Islam Al Muawwanah yang turut berperan dalam pengembangan Pondok Pesantren Darul Ulum Kotabaru sejak 1979.
KH. Sulaiman Nain wafat pada 21 Juni 2006 di Sekumpul, Martapura, dalam usia 67 tahun. Meski telah berpulang, jasa dan pengabdiannya tetap dikenang melalui lembaga pendidikan serta kegiatan dakwah yang telah dirintis dan diwariskannya.
Peringatan haul berlangsung khidmat dengan sejumlah rangkaian kegiatan, di antaranya ziarah kubur, pembacaan Surah Yasin, Maulid Al Habsyi, tahlil, doa bersama, serta sambutan dari pihak keluarga.
Melalui peringatan haul ini, diharapkan keteladanan KH. Sulaiman Nain terus menjadi inspirasi bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjaga nilai-nilai keagamaan, memperkuat pendidikan Islam, serta melanjutkan perjuangan dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius di Kabupaten Kotabaru. (mc)
