JAKARTANASIONAL

Megawati: Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni, Indonesia Harus Berdaulat dan Berdiri di Atas Kaki Sendiri

19

JAKARTA – Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden Kelima Republik Indonesia, Prof. Dr. (H.C.) Megawati Soekarnoputri, mengajak seluruh rakyat Indonesia menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai momentum untuk kembali memahami arti kemerdekaan dan arah perjalanan bangsa.

Dalam amanatnya pada 17 Agustus 2026, Megawati menegaskan bahwa usia 81 tahun kemerdekaan bukan hanya sekadar perjalanan waktu, tetapi merupakan perjalanan sejarah yang di dalamnya terdapat pengorbanan para pejuang, harapan rakyat serta cita-cita bangsa yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Menurut Megawati, setiap peringatan 17 Agustus tidak cukup hanya diisi dengan pengibaran bendera maupun pekik kemerdekaan. Bangsa Indonesia harus kembali bertanya mengenai makna kemerdekaan, tujuan kemerdekaan serta arah masa depan Indonesia.

“Setiap tanggal 17 Agustus, kita tidak cukup hanya mengibarkan bendera dan memekikkan kata merdeka. Kita harus bertanya kepada diri kita sendiri: apa arti kemerdekaan, untuk apa kita merdeka, dan ke mana bangsa Indonesia akan kita bawa,” demikian pesan Megawati dalam amanat tersebut.

Bangsa Harus Berani Melihat Sejarah

Megawati menegaskan, bangsa yang besar harus berani melihat perjalanan sejarahnya secara jujur, termasuk bagian-bagian sejarah yang menyimpan persoalan dan kepahitan.

Menurutnya, sejarah tidak hanya berisi peristiwa yang membanggakan, tetapi juga berbagai pengalaman yang harus menjadi pembelajaran agar bangsa Indonesia tidak kehilangan arah.

Dalam amanat tersebut, Megawati secara khusus mengingatkan kembali peran Presiden pertama Republik Indonesia sekaligus Proklamator, Ir. Soekarno atau Bung Karno.

Bung Karno, menurut Megawati, bukan hanya tokoh yang memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tetapi juga ikut meletakkan dasar filosofis serta arah perjuangan bangsa melalui Pancasila, Trisakti dan cita-cita Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Megawati juga mengingatkan berbagai pengorbanan yang dialami Bung Karno dalam perjalanan perjuangan politiknya, mulai dari penjara, pengasingan hingga tahanan rumah.

Baginya, memahami Bung Karno tidak cukup hanya dengan mengenang pidato maupun kedudukannya sebagai Proklamator, tetapi juga memahami pengorbanan yang diberikan untuk memperjuangkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Tegakkan Keadilan Sejarah

Megawati menilai Indonesia harus berani melihat perjalanan sejarah dengan jernih dan penuh tanggung jawab.

Hal tersebut, ditegaskannya, bukan untuk membuka kembali luka masa lalu ataupun membangkitkan kebencian, melainkan untuk menegakkan keadilan sejarah.

Megawati juga menyinggung pencabutan Ketetapan MPRS Nomor XXXIII/MPRS/1967 tentang Pencabutan Kekuasaan Pemerintahan Negara dari Presiden Soekarno.

Menurutnya, persoalan sejarah tidak selesai hanya melalui pencabutan sebuah ketetapan, karena hal yang lebih penting adalah bagaimana bangsa Indonesia menjaga kejujuran dan nurani sejarah.

Ia mengingatkan bahwa generasi berikutnya tidak boleh diwarisi kebencian, tetapi pada saat yang sama juga tidak boleh diwarisi ketidakjujuran sejarah.

Perbedaan politik, menurut Megawati, tidak boleh menghilangkan kemanusiaan dan kekuasaan tidak boleh mengalahkan suara hati nurani.

Indonesia Harus Menentukan Masa Depannya Sendiri

Dalam amanat tersebut, Megawati juga menekankan kembali gagasan besar Bung Karno mengenai pembangunan Indonesia.

Menurutnya, Bung Karno tidak hanya memikirkan bagaimana Indonesia memperoleh kemerdekaan, tetapi juga bagaimana bangsa Indonesia menjalani kehidupan setelah merdeka.

Kemerdekaan, dalam pemikiran Bung Karno, merupakan jembatan menuju masyarakat yang adil dan makmur.

Megawati menyoroti gagasan Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana sebagai salah satu konsep pembangunan yang pernah dirancang untuk menentukan masa depan Indonesia secara mandiri.

Meski Indonesia tidak harus menyalin masa lalu, Megawati menekankan pentingnya memahami gagasan besarnya, yakni Indonesia harus mampu merencanakan dan menentukan sendiri masa depannya.

Kuasai Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Megawati juga menempatkan ilmu pengetahuan, riset, sains dan teknologi sebagai bagian penting dari kedaulatan bangsa.

Ia menegaskan bahwa bangsa yang ingin berdaulat tidak boleh terus-menerus bergantung kepada pihak lain.

Indonesia harus mampu menciptakan, mengembangkan sekaligus menguasai teknologi.

“Kedaulatan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah bagian dari kedaulatan bangsa,” menjadi salah satu penekanan Megawati dalam amanat tersebut.

Pada usia Republik yang ke-81, Megawati mempertanyakan apakah menjadi sesuatu yang salah apabila Indonesia ingin berdaulat atas kekayaan alam, berdikari dalam bidang ekonomi serta mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Ia mengingatkan bahwa pendidikan serta kesehatan rakyat merupakan prasyarat penting dalam membangun kemampuan bangsa untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pendidikan Jadi Jalan Peradaban

Megawati mengatakan Indonesia merdeka harus ditandai dengan tingkat pendidikan masyarakat yang tinggi.

Menurutnya, pendidikan merupakan jalan menuju kemajuan peradaban.

Namun pembangunan tersebut juga harus didukung sistem politik dan hukum yang memberikan keadilan kepada seluruh rakyat serta terbebas dari penyalahgunaan kekuasaan.

Megawati turut menyoroti berbagai kritik sosial mengenai apakah kemerdekaan telah benar-benar dirasakan seluruh masyarakat.

Pertanyaan mengenai kesempatan hidup yang layak, keadilan hukum serta kesenjangan ekonomi, menurutnya, tidak boleh diabaikan.

“Keadilan untuk semua menjadi tuntutan yang semakin kuat. Kita tidak boleh lagi mengabaikan kesenjangan ekonomi yang semakin melebar,” demikian substansi amanat Megawati.

Soroti Pengangguran Sarjana

Megawati juga menyampaikan keprihatinan terhadap pemberitaan mengenai lebih dari satu juta sarjana yang menganggur.

Menurutnya, persoalan tersebut menunjukkan masih adanya persoalan konektivitas antara strategi pembangunan dengan perencanaan kebutuhan sumber daya manusia Indonesia.

Karena itu, perencanaan pembangunan harus diselaraskan dengan kebutuhan tenaga kerja, pendidikan serta arah pembangunan ekonomi nasional.

HUT RI Harus Jadi Momentum Penguatan Bangsa

Megawati menegaskan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia harus menjadi momentum untuk memperkuat keyakinan sebagai sebuah bangsa.

Ia mengajak seluruh masyarakat kembali belajar dari sejarah, menghormati pemikiran para pendiri bangsa serta memberikan perhatian besar terhadap pembangunan manusia Indonesia.

Megawati juga berpandangan Indonesia memiliki potensi besar untuk mencapai kemakmuran dengan mengembangkan sumber daya yang berada di darat maupun laut tanpa menggantungkan pembangunan pada eksploitasi tambang, mineral dan hutan.

Ia mendorong persiapan “Pola Pembangunan Semesta dan Berencana Abad 21” sebagai bentuk penjabaran cita-cita besar bangsa Indonesia.

Menurut Megawati, cita-cita kemerdekaan Indonesia bukanlah mimpi masa lalu, melainkan pekerjaan sejarah yang masih harus terus diselesaikan.

“Indonesia ditakdirkan lahir sebagai bangsa pejuang; bangsa yang seharusnya bisa lebih berdikari, berdisiplin tinggi, dan menjadi pemimpin di antara bangsa-bangsa di dunia,” tegas Megawati.

Ia pun menutup amanat HUT ke-81 Republik Indonesia dengan seruan untuk terus memperkuat semangat perjuangan bangsa.

“Dirgahayu Republik Indonesia! Merdeka! Merdeka! Merdeka!”

Related Articles

Analis Kebijakan Balangan Raih Juara I Nasional INAKI Award 2026

RETORIKABANUA.ID, Balangan – Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Balangan di tingkat nasional. Didik Haryanto, Analis Kebijakan Ahli...

Gubernur Kalsel, H. Muhidin Pastikan Kalsel Segera Terapkan Sistem Manajemen Talenta ASN

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan...

Warga Rantau Bakula Mengadu ke DPR RI, Desak Evaluasi Izin Tambang PT MMI

JAKARTA — Warga Desa Rantau Bakula, Kecamatan Sungai Pinang, Kabupaten Banjar, Kalimantan...

Pansus DPRD Kalsel Perkuat Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Panitia Khusus (Pansus) Pengawasan Distribusi BBM Bersubsidi DPRD Kalimantan...