KALSELPemprov Kalsel

Pemprov Kalsel Dorong Partisipasi Anak Lewat Temu FAD 2025

209

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan menggelar Temu Forum Anak Daerah (FAD) Provinsi Kalsel Tahun 2025 di Hotel Tree Park Banjarmasin pada Senin (24/11). Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hingga Selasa (25/11), dengan diikuti sekitar 50 peserta dari FAD Kabupaten/Kota se-Kalsel beserta pendamping.

Bertema “Anak Banua Berpotensi, Berprestasi dan Berkembang Bersama sebagai Pelopor dan Pelapor yang Siap Beraksi”, acara ini bertujuan menguatkan kapasitas FAD sebagai pelopor dan pelapor pembangunan, serta menjalin sinergi antara anak-anak, pemerintah dan pemangku kepentingan.

Acara dibuka langsung oleh Gubernur Kalsel, H. Muhidin, yang juga menjabat sebagai Ayah FAD Provinsi Kalsel, didampingi Bunda FAD Provinsi Kalsel. Dalam sambutannya, H. Muhidin menekankan pentingnya partisipasi anak dalam pembangunan dan memastikan suara anak menjadi bagian dari kebijakan pemerintah. Ia juga mendorong pembentukan FAD di sekolah agar aspirasi dan keluhan anak dapat disampaikan langsung.

“Mempertemukan anak-anak hebat dari 13 Kabupaten/Kota se-Kalsel hari ini menunjukkan bahwa generasi muda kita siap terlibat lebih jauh dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Pada kesempatan ini, perwakilan FAD Kalsel membacakan 13 Suara Anak, yang mencakup aspirasi, keluhan dan keinginan anak-anak, antara lain:

  1. Memaksimalkan sosialisasi Akta Kelahiran dan KIA.

  2. Memberikan kesempatan anak terlibat dalam kegiatan terkait anak dan mengoptimalkan FAD Kecamatan dan Desa.

  3. Melibatkan FAD dalam monitoring fasilitas ramah anak, rumah anak, RTH dan Posyandu.

  4. Meningkatkan regulasi dan edukasi pola asuh anak bagi orang tua.

  5. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah kekerasan terhadap anak.

  6. Memberikan perlindungan dari segala bentuk eksploitasi anak.

  7. Edukasi berkelanjutan terkait pemenuhan gizi anak.

  8. Pengawasan dan penindakan tegas penjualan rokok kepada anak, serta edukasi bahaya rokok.

  9. Optimalisasi infrastruktur dan tenaga pendidik sesuai standar sekolah ramah anak.

  10. Menyediakan ruang belajar gratis yang mendukung komunitas belajar.

  11. Edukasi tentang bahaya perundungan dan penolakan bullying di sekolah maupun media sosial.

  12. Peningkatan fasilitas inklusif bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

  13. Perlindungan dan pembinaan optimal bagi Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH). (ms)

Related Articles

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK: Semangat Pangeran Antasari Tak Pernah Padam

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK bersama...

BK DPRD Kalsel Kunjungi DPRD Kapuas, Bahas Penegakan Etika Dewan

RETORIKABANUA.ID, Kapuas – Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Kalimantan Selatan melakukan kunjungan...

Pemko Banjarmasin Raih Penghargaan IHYA 2026

RETORIKABANUA.ID, Jakarta – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin meraih penghargaan Terbaik II Indonesia...

DPRD Kalsel Ajak Generasi Muda Melek Politik

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Puluhan pelajar dan mahasiswa dari berbagai daerah di Kalimantan...