RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Seruan semangat Hari Pahlawan Nasional yang diperingati setiap 10 November turut bergema di Balai Kota Banjarmasin, Senin (10/11).
Upacara peringatan yang digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin berlangsung khidmat dan penuh makna, diikuti berbagai elemen masyarakat, mulai dari aparat pemerintah, TNI-Polri, mahasiswa, pelajar, hingga para pejuang veteran yang turut hadir memberi penghormatan kepada para pahlawan bangsa.
Seusai memimpin upacara di Balai Kota, Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, bersama jajaran SKPD dan Forkopimda melaksanakan ziarah makam dan tabur bunga di dua lokasi bersejarah, yakni Monumen Tugu 9 November Benua Anyar yang dipimpin Dandim 1007/Banjarmasin, serta Tugu Pahlawan Halaman KPPN Banjarmasin yang dipimpin Kapolresta Banjarmasin.

Peringatan tahun ini mengusung tema “Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan”, menjadi momentum penting untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi kemerdekaan Republik Indonesia.
Dalam amanat Menteri Sosial Republik Indonesia yang dibacakannya, Ananda menegaskan tiga pesan penting tentang keteladanan pahlawan yang patut diteladani oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN).
Pertama, ia menyoroti sifat sabar dan ulet para pahlawan dalam berjuang di tengah segala keterbatasan.
“Mereka sabar menempuh ilmu, sabar menyusun strategi dan sabar membangun kebersamaan di tengah keterbatasan. Dari kesabaran itulah lahir kemenangan, karena mereka tahu bahwa kemerdekaan tidak diraih dengan tergesa-gesa, tetapi ditempa oleh waktu dan keikhlasan,” ujar Ananda.
Kedua, ia menekankan karakter pahlawan yang mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi.
“Setelah kemerdekaan diraih, para pahlawan tidak berebut jabatan atau menuntut balas. Mereka kembali ke rakyat, mengajar, membangun dan mengabdi,” tambahnya.
Ketiga, Ananda mengajak masyarakat untuk meneladani pandangan jauh ke depan para pahlawan, yang berjuang demi kemakmuran generasi penerus bangsa.
“Para pahlawan menjadikan perjuangan sebagai ibadah. Mereka berjuang untuk generasi yang akan datang, dengan darah, air mata dan doa yang tak pernah padam,” tegasnya.
Ananda menambahkan, semangat perjuangan itu kini diteruskan dalam bentuk ilmu, empati dan pengabdian, sejalan dengan semangat Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya ketahanan nasional, pendidikan, keadilan sosial, serta pembangunan manusia Indonesia yang cerdas, sehat dan berdaya.
“Kita ingin kemerdekaan ini tidak menjadi sia-sia. Kita akan melanjutkan perjuangan para pahlawan dengan cara kita bekerja lebih keras, berpikir lebih jernih dan melayani lebih tulus. Semangatnya tetap sama: membela yang lemah, memperjuangkan keadilan dan memastikan tidak ada satu pun anak bangsa yang tertinggal dari arus kemajuan,” tutupnya. (ms)



Leave a comment