DPRD KalselKALSELNASIONALOPINIPANGAN

Petani Berdaulat, Bangsa Mandiri

171

RETORIKABANUA.ID, Peringatan Hari Tani Nasional setiap 24 September bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan momen penting untuk menghargai peran vital petani sebagai penopang utama kehidupan bangsa. Momentum ini juga menjadi pengingat bahwa kesejahteraan petani adalah kunci menuju kedaulatan pangan dan kemakmuran daerah.

Sejarah mencatat, Hari Tani Nasional berakar dari lahirnya Undang-Undang Pokok Agraria (UUPA) Nomor 5 Tahun 1960 sebuah tonggak penting dalam menata kepemilikan dan pemanfaatan tanah secara adil bagi seluruh rakyat. Namun, setelah lebih dari enam dekade, perjuangan mewujudkan keadilan agraria masih jauh dari selesai.

Petani Indonesia, termasuk di Kalimantan Selatan, terus bekerja tanpa henti meskipun menghadapi berbagai tantangan. Mulai dari keterbatasan akses lahan, fluktuasi harga panen, minimnya pupuk dan benih unggul, hingga ancaman perubahan iklim yang mengacaukan musim tanam. Di tengah segala keterbatasan itu, mereka tetap menjadi garda terdepan penyedia pangan bagi seluruh rakyat.

Di Kalimantan Selatan, sektor pertanian memegang peranan penting. Berdasarkan data RPJMD 2025–2029, provinsi ini memiliki potensi lahan pertanian yang sangat luas. Tercatat:

  • Lahan pertanian bukan sawah: 2,39 juta hektare (meliputi perkebunan, ladang, tegalan dan hutan rakyat),

  • Lahan bukan pertanian: 1,07 juta hektare (untuk permukiman, infrastruktur dan pembangunan lainnya),

  • Lahan sawah: 388 ribu hektare yang vital untuk ketahanan pangan.

Namun, besarnya potensi lahan ini belum cukup jika tidak diiringi dengan pengelolaan yang optimal dan berkelanjutan. Strategi pemanfaatan lahan, perlindungan terhadap lahan produktif dari alih fungsi, serta peningkatan produktivitas dan diversifikasi pangan lokal menjadi hal yang mendesak.

Sektor pertanian di Kalimantan Selatan tidak hanya menjaga ketahanan pangan, tetapi juga menjadi tulang punggung perekonomian daerah. Menurut BPS, pada 2023 sektor ini menyumbang sekitar 11,37 persen terhadap PDRB, menjadikannya salah satu sektor unggulan selain tambang dan industri pengolahan.

Lebih dari itu, sekitar 29,2 persen tenaga kerja di Kalimantan Selatan menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Angka ini menunjukkan besarnya ketergantungan masyarakat terhadap pertanian, baik dari sisi ekonomi maupun sosial.

Membangun pertanian yang kuat dan berkeadilan tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Sinergi lintas sektor sangat diperlukan:

  • Pemerintah dan DPRD perlu menghadirkan kebijakan pro-petani, mempercepat reforma agraria, dan memastikan tanah dimanfaatkan sebagai alat produksi rakyat.

  • Perguruan tinggi dan lembaga riset diharapkan melahirkan inovasi yang sesuai kondisi lokal baik bibit unggul, irigasi hemat air, maupun teknologi digitalisasi pertanian.

  • Kelompok tani dan organisasi masyarakat harus diperkuat agar mampu memperjuangkan hak, meningkatkan kapasitas usaha tani dan memperluas akses pasar.

Peringatan Hari Tani Nasional juga menjadi pengingat bahwa pembangunan pertanian adalah agenda kedaulatan bangsa. Petani bukan hanya produsen pangan, melainkan penjaga kearifan lokal, penggerak ekonomi desa dan penopang stabilitas sosial.

Untuk itu, legalisasi aset tanah pertanian, perbaikan infrastruktur irigasi dan jalan tani, serta penyediaan akses permodalan murah harus menjadi prioritas dalam pembangunan daerah. Dengan kebijakan yang berpihak dan dukungan nyata dari semua pemangku kepentingan, pertanian Kalimantan Selatan dapat bertransformasi menjadi lebih modern, produktif dan berkelanjutan.

Pada peringatan Hari Tani Nasional ini, mari kita bersama-sama meneguhkan tekad untuk mengangkat martabat petani. Sudah saatnya petani tidak hanya dikenang sebagai pahlawan pangan, tapi benar-benar menjadi pelaku utama yang sejahtera dan berdaulat atas tanahnya sendiri.

Selamat Hari Tani Nasional!
Merdeka!

M. Syaripuddin

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Gubernur Pemprov Kalsel Perkuat Sinergi dalam Ramah Tamah di Palangkaraya

RETORIKABANUA.ID, Palangkaraya — Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin, bersama istri sekaligus Ketua...

Ketua DPRD Kalsel Ikuti Retret Nasional di Magelang

RETORIKABANUA.ID, Magelang — Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, menghadiri kegiatan...

Kasus Meratus dan Pulau Panci Dibawa ke DPR RI

RETORIKABANUA.ID, Jakarta — DPD PDI Perjuangan Provinsi Kalimantan Selatan membawa persoalan konflik...

DPRD Kalsel Dukung Penuh Polda Berantas Narkoba

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan, Supian HK, menyatakan dukungan...