RETORIKABANUA.ID, Tanah Bumbu – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Selatan (Kalsel), Muhammad Alpiya Rakhman, resmi menutup rangkaian Reses Masa Sidang II Tahun 2025 dengan menyambangi Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu, pada Ahad (18/5). Desa ini menjadi titik ke-16 sekaligus penutup dari agenda reses yang telah berlangsung sejak 11 Mei di Daerah Pemilihan (Dapil) Tanah Bumbu.
Kegiatan reses disambut antusias oleh masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai aspirasi, khususnya terkait kebutuhan dasar dan pembangunan infrastruktur. Warga mengusulkan pembangunan SMK, jalan desa, bedah rumah, sumur bor, pagar tempat ibadah, hingga pengaspalan jalan. Selain itu, muncul pula usulan mengenai alat pembuat pakan ternak, irigasi, pembinaan peternak, jembatan, PJU (Penerangan Jalan Umum), serta fasilitas kombinasional (kombin).
Dalam sambutannya, Alpiya menyatakan bahwa semua aspirasi tersebut akan diperjuangkan secara maksimal dengan menyampaikannya ke instansi-instansi terkait, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi.
“Kami akan kawal aspirasi masyarakat agar tidak berhenti sebagai catatan, tapi benar-benar sampai ke meja kebijakan. Ini komitmen kami sebagai wakil rakyat,” tegasnya.
Selain menanggapi aspirasi warga, Alpiya juga menyoroti potensi besar di sektor pertanian yang belum tergarap maksimal di wilayah tersebut. Ia mengaku cukup terkejut mengetahui bahwa terdapat sekitar 200 hektare lahan pertanian di Desa Angsana yang belum dimanfaatkan optimal.
“Kami harap Dinas Pertanian Provinsi Kalsel bisa turun langsung dan melihat potensi ini. Dengan pengelolaan yang baik, ini bisa memberi manfaat ekonomi nyata bagi warga,” ujarnya.
Tak hanya itu, perbaikan jalan-jalan kabupaten juga menjadi catatan penting dari reses kali ini, mengingat banyaknya keluhan warga terkait kondisi infrastruktur jalan di sejumlah desa. Ia berharap agar Pemkab Tanah Bumbu dan Dinas PUPR Provinsi Kalsel bisa segera menindaklanjuti kebutuhan tersebut secara konkret.
Mengakhiri rangkaian kegiatan resesnya, Alpiya menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal, melainkan bentuk nyata dari tugas dan tanggung jawab sebagai wakil rakyat.
“Reses bukan sekadar seremonial. Ini adalah momen kami mendengar, mencatat, dan memperjuangkan. Kami akan terus bersikap kritis dan mengawal realisasi aspirasi warga,” pungkasnya. (ms)

Leave a comment