BANJARMASIN

IKAPPI Kalimantan Selatan Gelar Seminar Kewirausahaan untuk Panti Asuhan Mandiri

310

RETORIKABANUA.ID, Kotabaru – Dalam rangka mendorong ketahanan ekonomi mandiri di sektor lembaga kesejahteraan sosial, Ikatan Keluarga Pengurus Panti Indonesia (IKAPPI) Kalimantan Selatan menggelar Seminar Kewirausahaan dengan tema “Membangun Amal Usaha Agar Panti Asuhan Mandiri”, yang dilaksanakan di Hotel Palm Banjarmasin, Sabtu (14/12).

Wakil Wali Kota Banjarmasin, Arifin Noor, membuka acara ini secara resmi dan memberikan gagasan serta petuah inspiratif untuk pengembangan kewirausahaan berbasis lokal. Seminar ini diikuti oleh seluruh lembaga kesejahteraan sosial (LKS) Panti Asuhan di Kalimantan Selatan. Dalam kegiatan tersebut, dua narasumber ahli hadir untuk memberikan wawasan tentang pengelolaan usaha mandiri.

Arifin Noor mengungkapkan pentingnya seminar ini untuk menciptakan panti asuhan yang mandiri secara ekonomi melalui kewirausahaan.

“Kami berharap usaha-usaha kreatif, seperti beternak itik di Amuntai, bisa menjadi contoh yang dapat diadaptasi oleh panti asuhan lainnya di Kalsel,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kewirausahaan tidak selalu dimulai dengan modal besar, melainkan dengan kreativitas, kualitas produk, dan konsistensi. Arifin memberikan contoh ide usaha sederhana, seperti membuka gerobak pentol, yang jika dikelola dengan baik, bisa menghasilkan pendapatan harian antara Rp100.000 hingga Rp300.000.

“Kunci utama adalah rasa yang lezat dan kenyamanan bagi pelanggan,” tambahnya.

Arifin Noor juga menyoroti potensi kuliner khas daerah, seperti Ketupat Kandangan atau Paliat Tabalong, yang dapat dikembangkan dengan standar cita rasa yang tinggi. Ia bahkan menyebutkan bahwa usaha kecil semacam itu dapat mendatangkan keuntungan hingga Rp. 3 juta per bulan jika dikelola dengan baik.

Selain itu, Arifin mencontohkan kesuksesan amal usaha Aisyiyah’ Muhammadiyah dengan produk kuliner seperti Jukung Julak yang menyajikan Soto Banjar berkualitas premium.

“Kami perlu mengangkat potensi lokal. Pelanggan tidak akan ragu membayar lebih mahal untuk rasa yang memuaskan,” katanya.

Seminar ini diharapkan menjadi langkah awal perubahan paradigma dalam pengelolaan panti asuhan. Dari semula bergantung pada donasi, panti asuhan diharapkan dapat berkembang menjadi lembaga yang produktif dan mandiri secara ekonomi.

“Dengan kewirausahaan berbasis komunitas dan potensi lokal, panti asuhan bisa meningkatkan taraf hidup anak-anak yang diasuh, sekaligus berkontribusi pada perekonomian daerah. Mari kita buktikan bahwa panti asuhan juga bisa menjadi pelopor kewirausahaan kreatif dan inspiratif di Kalimantan Selatan,” tutup Arifin Noor. (ms)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

359 Jamaah Haji Banjarmasin Dilepas, Pesan Jaga Kebersamaan dan Ibadah Khusyuk

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin secara resmi melepas keberangkatan jamaah haji...

Semangat Kartini di Banjarmasin, Perempuan Diajak Terus Berkarya

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama tiga organisasi perempuan menggelar peringatan...

Wali Kota Banjarmasin Tinjau Pengerukan Sungai Teluk Dalam

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wali Kota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR, meninjau langsung proses...

Pemko Banjarmasin Perkuat Transformasi Digital Aparatur

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bekerja sama dengan Balai Pelatihan Sumber...