RETORIKABANUA.ID, Barito Kuala – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, bersama jajarannya, melakukan optimalisasi lahan rawa di Desa Anjir Pasar Kota, Kabupaten Barito Kuala (Batola), pada Jumat (22/11).
Kegiatan ini merupakan bagian dari program akselerasi produksi pangan nasional, khususnya komoditas padi, melalui optimalisasi lahan dan pencetakan sawah baru. Program ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.
Menteri Amran menjelaskan bahwa hari ini pihaknya mengoptimalkan lahan seluas 1.550 hektar, melibatkan delapan brigade pangan yang kini diperluas dari sebelumnya hanya tiga brigade, yaitu Muda Berkarya, Belajar Usaha, dan Mitra Tani. Langkah ini dilakukan sebagai upaya untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, sesuai dengan perintah Presiden.
“Semua intervensi yang diperlukan, seperti penyediaan sarana produksi, keterlibatan petani muda, dan penggunaan teknologi pertanian modern, telah direncanakan dengan matang,” ujar Amran.
Ia juga menyoroti peran generasi milenial dalam upaya ini, dengan lebih dari 1.000 petani milenial yang kini terlibat dalam pertanian di Indonesia. “Kami hari ini mengecek langsung dan melibatkan generasi milenial untuk meningkatkan produksi pangan,” tambahnya.
Salah satu petani milenial, Irwan, yang juga Ketua Brigade Swasembada, menyatakan optimisme terhadap masa depan pertanian di Kalimantan Selatan. Dengan dukungan alat pertanian modern yang diberikan, ia yakin bahwa target swasembada pangan dapat tercapai.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Amran juga memberikan bantuan alat pertanian modern senilai 8 miliar rupiah kepada brigade swasembada, sebagai bagian dari upaya untuk mempercepat transformasi pertanian di Indonesia. (ms)

Leave a comment