KOTABARU – Krisis air bersih di Kabupaten Kotabaru menjadi ancaman serius yang masih membayangi.
Fenomena krisis air bersih ini turut menjadi atensi Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis.
Syairi menjelaskan, fenomena ini harus menjadi perhatian bersama, walaupun saat ini distribusi air bersih milik PDAM Kotabaru kembali beroperasi normal.
Syairi berpendapat, untuk mengatasi krisis air ini, salah satunya dengan rencana dari Pemda yaitu pemanfaatan bekas galian tambang yang dijadikan stok penampungan air.
Selain itu melirik kembali pemanfaatan potensi air sungai Seratak, yang ada di Kecamatan Pulau Laut Timur. ‘
Ia menyebut, sudah ada kajian mengenai rencana pembangunan embung.
“Rencana dibangun embung harus direalisasikan. Terlebih adanya kajian yang dibuat,” kata Syairi, Senin (22/1).
“Ini lebih berpotensi kalau menurut saya Seratak (sungai Seratak) yang dikembangkan,” sambungnya lagi.
DPRD Kotabaru mendorong agar pembangunan embung dapat terealisasi, selain berfungsi sebagai penampungan air, juga untuk irigasi pengairan sawah di wilayah Pulau Laut Timur.
“Saya yakin kalau dijadikan embung sungai Seratak, selain tujuan untuk penanganan air bersih, juga penanganan ketahanan pangan kita,” pungkasnya.

Leave a comment