KALSELKOTABARULINGKUNGANPEMBANGUNAN

Ketua DPRD Kotabaru Berikan Atensi Krisis Air Bersih, Dorong Pembangunan Embung

297

KOTABARU – Krisis air bersih di Kabupaten Kotabaru menjadi ancaman serius yang masih membayangi.

Fenomena krisis air bersih ini turut menjadi atensi Ketua DPRD Kotabaru Syairi Mukhlis.

Syairi menjelaskan, fenomena ini harus menjadi perhatian bersama, walaupun saat ini distribusi air bersih milik PDAM Kotabaru kembali beroperasi normal.

Syairi berpendapat, untuk mengatasi krisis air ini, salah satunya dengan rencana dari Pemda yaitu pemanfaatan bekas galian tambang yang dijadikan stok penampungan air.

Selain itu melirik kembali pemanfaatan potensi air sungai Seratak, yang ada di Kecamatan Pulau Laut Timur. ‘

Ia menyebut, sudah ada kajian mengenai rencana pembangunan embung.

“Rencana dibangun embung harus direalisasikan. Terlebih adanya kajian yang dibuat,” kata Syairi, Senin (22/1).

“Ini lebih berpotensi kalau menurut saya Seratak (sungai Seratak) yang dikembangkan,” sambungnya lagi.

DPRD Kotabaru mendorong agar pembangunan embung dapat terealisasi, selain berfungsi sebagai penampungan air, juga untuk irigasi pengairan sawah di wilayah Pulau Laut Timur.

“Saya yakin kalau dijadikan embung sungai Seratak, selain tujuan untuk penanganan air bersih, juga penanganan ketahanan pangan kita,” pungkasnya.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Kotabaru Naik ke Peringkat 4 pada MTQ Nasional XXXVII Tingkat Kalsel

RETORIKABANUA.ID, Barito Kuala – Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) XXXVII Tingkat Provinsi...

PDI Perjuangan Kalsel Tegaskan Ruang Aspirasi Bukan Sekadar Formalitas

BANJARMASIN – DPD PDI Perjuangan Kalimantan Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat...

Bukan Cuma Saat Pemilu, PDI Perjuangan Kalsel Buka Ruang Aspirasi untuk Rakyat

BANJARMASIN – Politik tidak seharusnya hanya ramai saat pemilu. Politik juga harus...

Menarik Benang Kusut, Penertiban BBM Bersubsidi

(Ambin Demokrasi) Oleh: Noorhalis Majid Penertiban atas aksi “preman” di beberapa SPBU...