BANJARMASINEKBISKALSEL

Komisi II DPRD Kalsel Gelar RDP Bersama HNSI, Siap Berkoordinasi Untuk Tindak Lanjuti Permasalahan Nelayan

303

Banjarmasin – Dari banyaknya laporan dan kejadian yang meresahkan nelayan dan pembudidaya ikan di Kalimantan Selatan (Kalsel), Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalsel gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPD Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Provinsi Kalsel dan DPC HNSI se-Kalsel serta instansi terkait, di Ruang Rapat Komisi II Gedung A Lantai 4 DPRD Provinsi Kalsel, Rabu (13/9).

Ketua DPD HNSI Provinsi Kalsel, Ir. Hj. Suryatinah menyampaikan setidaknya ada delapan poin permasalahan nelayan yang saat ini banyak terjadi di beberapa daerah di Kalsel.

“Pertama, sering terjadi beroperasinya nelayan dari luar Kalsel (pulau Jawa) di daerah wilayah Perairan Kalsel, kedua, terbatasnya fasilitas alat tangkap nelayan, ketiga, terbatasnya kapal pengawas, keempat, terbatasnya jumlah kuota bahan bakar bersubsidi untuk nelayan dan terbatasnya ketersediaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan, kelima, belum tersedianya pupuk bersubsidi untuk penambak atau pembudidaya, keenam, tingginya harga bahan pakan, ketujuh, mahalnya harga garam untuk pembuatan ikan asin, dan terakhir, permasalahan perizinan untuk kapal nelayan yang berukuran lebih dari 5 GT dan kurang dari 30 GT,” tuturnya.

Menanggapi permasalahan itu, Wakil Ketua DPRD Kalsel, M. Syaripuddin selaku pimpinan rapat, berkomitmen untuk membantu menyelesaikan permasalah-permasalahan tersebut dengan berkoordinasi dengan pihak terkait, hanya saja dengan catatan bahwa ada proses dan ketentuan yang harus diikuti.

“Seluruh keluhan itu menjadi perhatian khusus kita, Kita selalu akan koordinasikan, kita akan membantu terkait koordinasinya. Agar ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai rencana, tentu sekali lagi saya tekankan ada ketentuan yang harus kita ikuti dengan baik, tidak bisa memaksakan kehendak kita, karena pengambil keputusan adalah pemerintah, sehingga bagaimana kita bisa bersinergi dengan pemerintah,” ujar pemuda yang akrab disapa Bang Dhin ini.

Ketua Komisi II DPRD Kalsel, Imam Suprastowo, menambahkan, akan siap berkoordinasi dengan instansi terkait di lingkup provinsi hingga pusat untuk mencarikan solusi terbaik bagi permasalahan nelayan Kalsel, hanya saja ia berharap dari setiap laporan perlu disertai data yang valid untuk mempermudah terkait koordinasi.

“Salah satunya terkait keluhan kualitas perairan yang tidak bagus karena aktifitas perkebunan perusahaan sehingga mengganggu kualitas ikan di dalamnya, kami mohon data yang jelas, karena memang ada beberapa yang wewenangnya kabupaten ada pula yang provinsi,” tambahnya. (mckalsel/zy)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Turun Tangan, Walikota Banjarmasin Pimpin Aksi Bersih Taman di Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Walikota Banjarmasin, Muhammad Yamin HR turun langsung memimpin kegiatan...

Sekdaprov Kalsel Hadiri Haul Guru Cangkring, Ajak Masyarakat Teladani Ulama

RETORIKABANUA.ID, Tapin — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menghadiri peringatan...

UMARA Permudah Modal UMKM Banjarmasin

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Pemerintah Kota Banjarmasin bersama Bank Kalsel resmi meluncurkan program...

Pemko Banjarmasin Dorong Aksi Lingkungan Lewat Tanam 100 Pohon

RETORIKABANUA.ID, Banjarmasin – Wakil Wali Kota Banjarmasin, Ananda, menghadiri kegiatan Aksi Tanam...