BANJARBARUKALSEL

Anggota DPRD Banjarbaru, Harapkan Generasi Muda Tak Lupakan Proklamasi 17 Mei 1949

467

Banjarbaru – Momentum 74 Tahun Proklamasi 17 Mei 1949 menjadi perhatian khusus Anggota DPRD Banjarbaru, HR. Budimansyah. Terlebih dirinya mencurahkan atensinya dalam sejarah perjuangan pahlawan di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Legislator asal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengajak untuk mengenang kembali perjalanan Hassan Basry, yang berjuang dalam merancang proklamasi di Kandangan, Hulu Sungai Selatan (HSS).

Hal ini sebagai respons Perjanjian Linggarjati yang hanya mengakui Pulau Jawa sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kendati latar belakang Hassan Basry merupakan seorang santri muda lulusan Ponorogo, Jawa Timur. Budiman berharap agar perjuangan Hassan Basry tak dilupakan oleh generasi muda di Kalsel, khususnya di Banjarbaru.

“Ini yang sangat penting sekali dimaknai oleh generasi pemuda di Kalimantan. Bahwa peran dari Hassan Basry hingga akhirnya dianugerahi gelar pahlawan nasional, benar-benar merupakan bapak gerilya Kalimantan,” ucap politisi PDIP ini.

Budiman tak menampik, generasi muda saat ini yang masih belum memahami tentang sejarah Kalimantan. Termasuk perjalanan Hassan Basry dalam memproklamirkan Kalimantan sebagai bagian dari NKRI.

Mengutip dari tulisan Hassan Basry dalam bukunya “Kisah Gerilya Kalimantan”, dirinya pun menekankan kepada generasi muda. Agar ‘jangan berjiwa milir bersama air surut, mudik bersama air pasang dan bertengger di batang’.

“Ini kalau kita ilhami sangat luar biasa dan tak akan lekang sepanjang zaman. Bagaimana kita memperkokoh persatuan dan kesatuan, dan ini wasiat beliau yang harus kita ingat dan harus terpatri dalam kehidupan,” tegas Budiman.

Dirinya pun berpesan kepada generasi muda, bahwa perjuangan dalam kehidupan tidaklah mudah. Sehingga ia mengajak agar kembali mengingat jasa para pahlawan dan visi misi para pendahulu bangsa.

“Setiap proklamasi ALRI Divisi IV, galakkan kegiatan untuk mengingatnya. Karena itulah daripada dasar yang nyata pengakuan kita, di saat kita diakui sebagai bagian dari NKRI yang didasari Proklamasi 17 Agustus 1945,” lugasnya.

“Ini sangat penting bagi generasi muda kita, termasuk pula di sekolah-sekolah. Kurikulum muatan lokal, tolong disampaikan sejarah perjuangan rakyat Kalimantan ini, terutama di saat adanya proklamasi 17 Mei 1949. Sehingga generasi muda mengingat dan mengetahui sejarahnya di Kalimantan,” tutup Budiman. (zy)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Atasi Karhutla, Kalsel Siapkan Embung Mini dan Sulfaktan

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) bersama Polda Kalsel menyiapkan...

Ketua DPRD Kalsel Ajak Desa dan Kelurahan Perkuat Pencegahan Karhutla

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, mengajak...

Ketua DPRD Kalsel, Supian HK: Ketahanan Kalsel Jadi Kunci Pertahanan Nasional

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Supian HK, menegaskan...

Buka MTQ XXI Banjarbaru, Wali Kota Banjarbaru Dorong Lahirnya Generasi Qur’ani

RETORIKABANUA.ID, Banjarbaru – Wali Kota Banjarbaru, Erna Lisa Halaby, resmi membuka Musabaqah...