BANJARMASIN – Persatuan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Provinsi Kalsel menyampaikan aspirasi kepada Komisi IV DPRD Kalsel, khususnya aspirasi para guru honor di madrasah terkait kesejahteraan melalui rapat audiensi yang digelar Rabu (18/1).
Ketua PW PGM Indonesia Provinsi Kalsel Pangeran Gusti Surian menyampaikan gaji guru honorer di madrasah paling tinggi sekitar empat ratus ribu rupiah per bulan.
“Honor guru honorer paling seratus, dua ratus, dua ratus lima puluh, paling tinggi empat ratus. Dengan jumlah segitu, mengajar setiap hari dari jam tujuh sampai jam satu. Ini yang mungkin dibilang pahlawan tanpa tanda jasa,” ungkapnya.
Ketua Komisi IV Lutfi Saifuddin mengatakan bahwa beliau akan menjadwalkan agenda ke Kemenag RI untuk memperjuangkan kesejahteraan guru honorer madrasah tersebut.
“Perjuangan Komisi IV dua periode agar madrasah bisa dapat BOSDA. Bulan depan bisa dijadwalkan ke Kemenag untuk memperjuangkan. Makanya terbentuklah Perda Fasilitasi Pesantren, namun belum ada good will dari pemerintah,” ungkapnya.
“Aspirasi kesejahteraan guru madrasah sejalan dengan Perda Penguatan Fasilitasi Pendidikan Karakter, namun ada hal-hal yang menjadi kewenangan pusat. Ini yang akan kita bawa ke Kementerian Agama yang mana harapan kita bahwa kesejahteraan guru madrasah ini khususnya di Kalimantan Selatan ini bisa lebih terangkat lagi,” tutupnya. (zy)

Leave a comment