AMUNTAI – Terus berinovasi dan melihat peluang dalam memberikan layanan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, Lilik Sujandi, mengunjungi Pondok Pesantren Rasyidiyah Khalidiyah (Rakha) Amuntai, Senin (3/10).
Kunjungan ini untuk rencana membentuk pos layanan paspor yang akan dipusatkan di Ponpes Rakha. Dengan sasaran tenaga pengajar atau santri yang ingin umrah ataupun naik haji tidak perlu jauh untuk mengurus paspor.
Pos layanan paspor ini rencananya juga akan melayani masyarakat sekitar yang memerlukan pelayanan paspor.
Sekretaris Umum Yayasan Rasyidiyah Khalidiyah, Rif’an Syafruddin, menyambut baik rencana Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel, karena bertepatan dengan beasiswa yang didapatkan siswa ponpes untuk melanjutkan kuliah di Universitas Al-Azhar, Mesir.
“Setiap tahun santri kita diterima di Universitas Al-Azhar di Mesir, bahkan tanpa melalui tes. Tahun ini sekitar 23 santri yang diterima, dan tentu memerlukan pelayanan pasor untuk bisa berangkat ke luar negeri,” ujarnya.
Lilik Sujandi mengatakan, program pelayanan paspor secara mobile ini sudah beberapa kali dilaksanakan, karena tingkat animo masyarakat sangat tinggi terkait pembuatan paspor.
“Dengan Ponpes ini dijadikan pos pelayanan imigrasi diharapkan akan mempermudah warga sekitar dalam mendapatkan layanan paspor. Untuk teknisnya nanti kita akan bersurat secara resmi kepada yayasan,” ujarnya.
Kedepannya akan dilanjutkan koordinasi lebih lanjut terkait pos layanan paspor oleh pihak Keimigrasian dan dibantu Lapas Amuntai. Pos layanan akan diberikan seminggu sekali atau disesuaikan dengan permintaan dari masyarakat sekitar. (*)

Leave a comment