BANJARMASIN – Tahun politik, Pemilu 2024, akan diselenggarakan secara serentak. Baik Pemilihan Presiden, Pemilihan Legislatif, dan Pemilihan Kepala Daerah. Hal yang tentu menjadi perhatian adalah bagaimana konstelasi politik dan gelanggang pertarungan menjelang dan saat tahun 2024.
Berbagai persiapan tengah melalui proses oleh pemerintah bersama penyelenggara. Begitu pula dengan peserta pemilu, baik partai politik dan perorangan, dengan menampilkan personal branding sebagai tawaran demokratis bagi pilihan masyarakat.
Hal yang menarik dalam persaingan elektoral di tahun 2024, salah satunya Pemilihan Gubernur. Persaingan antar pasangan calon di tingkat lokal menambah semarak hajatan pesta demokrasi di tanah air, termasuk Kalimantan Selatan.
Salah satu tokoh masyarakat dari Kabupaten Tanah Bumbu, H Burhansyah HS mengatakan, Calon Gubernur Kalsel harus memiliki visi pembaruan. Sosok muda yang energik, lahir dari proses bawah, memiliki integritas dengan mendobrak oligarki politik dan menghapus pragmatisme politik, guna peradaban baru yang demokratis bagi Banua.
“Menurut saya, profil calon gubernur mesti mempunyai visi perubahan yang berkemajuan, muda dan energik, serta berasal dari proses arus bawah. Sosok ini juga patut memiliki integritas dengan mendobrak oligarki politik dan menghapus pragmatisme politik guna peradaban baru yang demokratis,” katanya, Selasa (14/6).
Kalsel sebagai pintu gerbang IKN Nusantara, tambah dia, membutuhkan sosok pemimpin yang responsif, visioner, dan berdasar kepada meritokrasi kepemimpinan agar mampu membawa perubahan baik dari segi infrastruktur, SDM, dan sumber daya pembangunan lainnya, guna bersaing ditengah arus peradaban ekonomi global.
Disinggung mengenai nama-nama calon ideal sebagai gubernur, H Burhansyah tidak memberikan gambaran banyak. Dirinya mengatakan bahwa sampai saat ini hanya mendengar nama Muhammad Syaripuddin atau Bang Dhin yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kalsel yang muncul dan mencuat ke permukaan.
Sosok Muhammad Syaripuddin, menurut tokoh adat dari Tanah Bumbu ini, dapat dikatakan figur muda yang progresif, tanggap, dan responsif dengan isu-isu aktual di daerah.
“Gaya kepemimpinannya juga menunjukan terbuka bagi kalangan mana saja, baik tua atau muda,” cetusnya.
Banua kita, ujarnya, membutuhkan kolaborasi kepemimpinan antara usia muda dan tua. Kombinasi antara kecepatan, ketepatan, serta pengalaman yang terukur. “Barangkali ini menjadi sebuah gaya baru bagi kepemimpinan Kalsel ke depan,” pungkasnya.

Leave a comment